HARIAN DISWAY - Sutradara Resident Evil Requiem mengungkapkan bahwa tim pengembang menetapkan batas khusus untuk aksi karakter Leon.
Pendekatan itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan permainan. Yakni antara elemen aksi dan cerita dalam game.
Dilansir The Gamer, sutradara Koshi Nakanishi mengatakan, "Karakter Leon tetap mempertahankan ciri khasnya. Tetapi tidak dibiarkan berlebihan sepanjang permainan."
Game itu mengusung dua karakter utama dengan gaya bermain berbeda. Di satu sisi, pemain akan mengendalikan Grace.
Capcom janjikan RE Requiem akan kembali ke akar.--dexerto
BACA JUGA:Capcom Pamer Keunggulan Resident Evil Requiem di PS5 Pro, Performa Tembus 120 FPS
BACA JUGA:Resident Evil Requiem Konfirmasi Rilis di Nintendo Switch 2, Trailer Baru Ungkap Kengerian
Tokoh itu akan lebih fokus pada bertahan hidup, bersembunyi, dan memecahkan teka-teki dalam suasana mencekam.
Sementara itu, karakter Leon S. Kennedy menghadirkan pengalaman yang kontras dengan aksi penuh adrenalin. Ia dilengkapi berbagai senjata, gerakan akrobatik, serta dialog khas yang penuh gaya.
Menurut Nakanishi, tim pengembang secara sengaja mengatur intensitas aksi Leon secara bertahap. Pada awal permainan, dialog dan aksi dibuat lebih terbatas. Sebelum akhirnya meningkat seiring perkembangan cerita.
Ia menyebut konsep “puncak kegilaan Leon” sebagai batas maksimal yang tidak boleh dilampaui. Hal itu bertujuan agar permainan tetap terasa realistis dalam konteks cerita, meskipun memiliki adegan aksi yang spektakuler.
BACA JUGA:Resident Evil Requiem (RE 9), Kembalinya Teror di Raccoon City
Terdapat salah satu contoh adegan ekstrem. Yakni kejar-kejaran menggunakan motor di sisi gedung pencakar langit yang roboh. Adegan itu menjadi titik tertinggi aksi Leon dalam game.
Meski demikian, pengembang memilih untuk tidak melampaui batas tersebut. Demi menjaga keseimbangan dengan momen-momen serius. Pendekatan itu dinilai penting agar pemain tetap terhubung dengan alur cerita.