JAKARTA, HARIAN DISWAY - Enam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) milik PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mendapat perhatian di ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 23–24 April 2026.
Program tersebut meraih penghargaan bergengsi pada forum yang dikenal sebagai salah satu barometer global. Tepatnya, dalam implementasi program lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
Proses seleksinya pun ketat. Banyak para ahli dilibatkan untuk mengukur dampak nyata, keberlanjutan, hingga inovasi dari setiap program. Manager Communication, Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan capaian tersebut bukan hasil instan.
“Ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama operasi,” ujarnya.
BACA JUGA:Pertamina Hulu Indonesia Perkuat Akses Pendidikan Wilayah 3T
Head of CRC Zona 9 Dharma Saputra, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi-Dokumentasi PHI-
Penghargaan tertinggi, Platinum, diraih oleh PEP Tanjung Field lewat program SEKARA JIRAK. Program ini berfokus pada pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal.
PEP Sangasanga Field juga meraih Platinum melalui program Prokesmas Puja yang menitikberatkan pada peningkatan kesehatan masyarakat. Utamanya penanganan TBC dan stunting.
Kemudian. PEP Sangatta Field menyumbang penghargaan Bronze lewat program ECO STEP Semberah. Program ini mengembangkan pertanian organik berkelanjutan yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Di sektor lingkungan, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mendapat dua program. Yakni BIO KOSMO dan BALANIPA RECYCLE.
BACA JUGA:Libur Lebaran, Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia Tetap Siaga Pastikan Pasokan Energi Nasional
Masing-masing meraih Silver dan Bronze. BIO KOSMO bergerak di pengelolaan sampah terpadu, sementara BALANIPA RECYCLE mengolah limbah tali kapal menjadi produk bernilai ekonomi.
Head of CRC Zona 9 Dharma Saputra, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi. Perusahaan melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, hingga BUMDes dalam setiap tahap program.
“Pendekatan ini memastikan manfaatnya berkelanjutan, bukan sekadar proyek jangka pendek,” jelasnya.