HARIAN DISWAY - Alvaro Arbeloa mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Real Madrid akhir musim ini. Keputusan tersebut disampaikan oleh sang pelatih jelang laga kandang terakhir melawan Athletic Bilbao pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 02.00 WIB.
Dalam pernyataannya, Arbeloa mengaku sangat emosional harus mengakhiri perjalanannya bersama klub yang telah menjadi bagian besar dalam hidupnya selama dua dekade terakhir.
Mantan bek Los Blancos tersebut menyebut Real Madrid sebagai rumah. Dan berharap perpisahan kali ini bukan menjadi akhir sepenuhnya dari hubungannya dengan klub ibu kota Spanyol tersebut.
"Aku meninggalkan Real Madrid dengan rasa syukur yang sangat besar. Para pemain membuatku menjadi pribadi yang lebih baik dan membuat saya menikmati setiap hari," ujar Arbeloa dalam pernyataan tertulisnya.
BACA JUGA:Madrid Drama Lagi! Mbappe Tuding Arbeloa Jadikan Ia Striker Keempat, Sang Pelatih Bantah Tegas
BACA JUGA:Real Madrid Tanpa Gelar Lagi, Arbeloa: Kami Belum hancur
Pelatih asal Spanyol itu juga berharap bisa menutup masa baktinya dengan hasil manis di hadapan pendukung sendiri.
Arbeloa tepis anggapan Real Madrid terpuruk dan yakin klub segera bangkit musim depan meski gagal meraih trofi dan diterpa rumor pergantian pelatih.--Getty Images
Menurutnya, pertandingan terakhir di kandang selalu memiliki makna spesial, terlebih ketika harus mengucapkan salam perpisahan kepada fans.
Arbeloa menegaskan bahwa untuk saat ini fokus utamanya hanya membawa Madrid meraih kemenangan sebelum mulai memikirkan masa depannya.
Ia merasa pengalaman melatih dalam beberapa bulan terakhir telah memberinya banyak perkembangan dan membuat dirinya siap menghadapi tantangan baru di karier kepelatihan.
BACA JUGA:Arbeloa Kritik Kartu Merah Camavinga: Wasit Nggak Pernah Main Bola!
BACA JUGA:Real Madrid Tersungkur Lawan Mallorca, Arbeloa: Aku yang Salah!
"Aku merasa sudah berkembang banyak dalam empat bulan terakhir dan siap untuk tantangan baru,” tambahnya.
Selama menangani Real Madrid, Arbeloa mencatatkan 17 kemenangan, dua hasil imbang, dan delapan kekalahan dari total 27 pertandingan. Meski masa jabatannya tergolong singkat, ia tetap dianggap berhasil memberikan stabilitas dalam situasi sulit.