Salah pun mengaku tidak memiliki penyesalan atas kariernya di Anfield. Ia merasa semua target, baik secara tim maupun individu, sudah berhasil dicapai selama sembilan tahun terakhir.
“Kalau ditanya apakah saya ingin lebih banyak lagi, jawabannya mungkin tidak. Kami memenangkan hampir semuanya,” kata sang winger.
BACA JUGA:Liverpool Pecundangi Everton, Mo Salah Samai Rekor Steven Gerrard di Derby Merseyside
BACA JUGA:Mohamed Salah Pamit dari Liverpool: MLS, Arab Saudi, atau Tetap di Eropa?
Laga melawan Brentford juga menjadi malam spesial bagi Salah secara individu. Ia mencetak assist untuk gol Curtis Jones.
Itu membuatnya resmi menjadi pemain dengan assist terbanyak Liverpool di era Premier League, melewati rekor Steven Gerrard.
Catatan tersebut semakin melengkapi statusnya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah klub.
Selain menjadi raja assist, Salah juga masih memegang status top skor Liverpool di Premier League dengan 191 gol.
BACA JUGA:Levi Colwill Bawa Chelsea Imbangi Liverpool, Ini Janji Calum McFarlane
BACA JUGA:Liverpool Terancam Gigit Jari, Yan Diomande Tegaskan Setia di RB Leipzig
Meski menjadi pusat perhatian, Salah tidak lupa memberikan penghormatan kepada Andy Robertson, rekan seperjuangannya selama delapan musim terakhir.
Laga Liverpool vs Brentford menjadi laga perpisahan bagi Mohamed Salah dan Andrew Robertson, Minggu, 24 Mei 2026.-Getty Images-
Menurutnya, bek kiri asal Skotlandia itu memiliki peran besar dalam kesuksesan Liverpool selama era Jürgen Klopp.
“Saya sangat bangga bisa bermain bersamanya. Robertson adalah pribadi yang luar biasa,” ujar Salah. “Dia selalu ada untuk tim. Selalu membantu siapa pun yang membutuhkan,” tambahnya.
Robertson menutup kariernya di Liverpool dengan total 275 penampilan Premier League dan sederet trofi penting.
BACA JUGA:Prediksi Skor Aston Villa vs Liverpool: Kesempatan The Reds Amankan 4 Besar