Jelang Arsenal vs PSG, Martin Keown Sebut Eberechi Eze Bisa Menjadi Pembeda

Jumat 29-05-2026,12:58 WIB
Reporter : Muhammad Farrel Radia
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Arsenal akan menghadapi laga terbesar mereka musim ini saat menantang Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei mendatang. 

Setelah sukses mengamankan gelar Premier League, The Gunners kini memburu sejarah baru dengan meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Menjelang partai puncak tersebut, legenda Arsenal Martin Keown meyakini Mikel Arteta bisa memenangkan laga lewat strategi yang sempat menuai kritik di awal musim, yakni penggunaan pemain pengganti yang ia sebut sebagai “finishers”.

Strategi itu pertama kali menjadi sorotan pada September lalu. Saat itu, Arsenal membuka perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan atas Athletic Bilbao. 

BACA JUGA:Remehkan Arsenal, Patrice Evra Sebut PSG Bakal Hancurkan The Gunners Jika...

BACA JUGA:Gabriel Jesus Masuk Daftar Jual Arsenal, Tergusur Gyokeres

Di laga tersebut Arsenal kesulitan menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Arteta kemudian memasukkan Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard sebagai super-sub.

Hasilnya instan. Martinelli mencetak gol hanya 36 detik setelah masuk. Ia kemudian memberikan assist kepada Trossard untuk memastikan kemenangan Arsenal.

Perjalanan Arsenal kemudian terus melaju hingga akhirnya mencapai final Liga Champions. Kini, Keown percaya Arteta bisa kembali menggunakan pendekatan serupa saat menghadapi PSG.

Dalam wawancaranya dengan Football London, Keown menyebut Eberechi Eze sebagai salah satu pemain yang berpotensi menjadi pembeda di laga final.

BACA JUGA:Arsenal Juara, Mikel Arteta Jadi Manajer Terbaik Liga Inggris 2025/2026

BACA JUGA:Morgan Rogers Masuk Radar Arsenal, MU dan Chelsea Ikut Mengintai


Aksi penyerang Arsenal, Eberechi Eze (kanan), ketika menghindari kawalan gelandang Sporting CP, Hidemasa Morita (kiri). Kamis, 16 April 2026.--Uefa.com

“Eze harus ada di tim karena kemampuannya menyerang. Sulit meninggalkan pemain sepertinya. Ketika mendapat peluang di depan gawang, ia sangat klinis,” ujar Keown.

Mantan bek Arsenal itu juga menilai Eze tidak harus tampil sejak menit awal. Justru perannya sebagai “finisher” bisa menjadi kunci ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Kategori :