“Kami terlalu defensif. Jika Anda mencoba menang 1-0 di setiap pertandingan dengan formasi 4-5-1, maka gaya bermainnya akan seperti itu,” katanya.
De Bruyne juga menyinggung minimnya produktivitas lini depan Napoli musim lalu. Ia merasa itu membuat para pemain ofensif kesulitan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
BACA JUGA:Rasmus Hojlund Tinggalkan Man United, Resmi Dipermanenkan Napoli
BACA JUGA:5 Rekrutan Baru Serie A 2025-2026 Paling Disorot, Dari Kevin De Bruyne hingga Ardon Jashari
Masa Depan De Bruyne di Napoli Masih Belum Jelas
Selain mengkritik gaya bermain Conte, De Bruyne juga kecewa. Sebab, sejumlah janji yang disampaikan saat dirinya direkrut ternyata tidak terwujud.
Ia merasa proyek yang dijelaskan kepadanya pada awal musim berbeda jauh dengan kenyataan di lapangan.
“Ada banyak pembicaraan musim lalu. Yakni tentang bagaimana kami akan bermain, tetapi pada akhirnya banyak hal tidak terjadi,” ungkap De Bruyne.
Pemain timnas Belgia itu bahkan menyebut dirinya tidak menikmati sepak bola selama berada di bawah arahan Conte.
BACA JUGA:Pisa vs Napoli 0-3: Partenopei Pastikan Tiket Liga Champions
BACA JUGA:Rasmus Hojlund Tinggalkan Man United, Resmi Dipermanenkan Napoli
Baginya, sepak bola seharusnya memberikan kesenangan. Itu yang menurutnya hilang di Napoli musim lalu. “Yang harusnya menyenangkan, tetapi ternyata tidak," keluhnya.
Prediksi skor Fiorentina vs Napoli, pemanasan Partenopei hadapi Manchester City. Foto: Kevin de Bruyne jadi nyawa baru di lini tengah Napoli.-Giuseppe Bellini -Getty Images via AFP
Setelah Conte pergi, Napoli kini dikabarkan mendapat Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru. Namun, pergantian pelatih belum tentu membuat masa depan De Bruyne aman di klub.
Meski masih memiliki kontrak satu tahun. Mantan playmaker Manchester City tersebut ingin berdiskusi lebih dulu dengan manajemen.
Perbincangan tersebut tentu terkait proyek Napoli ke depan. Sebelum dia memutuskan bertahan atau hengkang.
BACA JUGA:Davide Frattesi Segera Tinggalkan Inter Milan? Napoli dan AS Roma Langsung Antre