TTL dan APTRINDO Perkuat Sinergi, Optimalkan Sistem Booking demi Kelancaran Logistik

Kamis 04-06-2026,21:09 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Thoriq S Karim

SURABAYA, HARIAN DISWAY - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPC APTRINDO) Kota Surabaya. Itu dilakukan untuk meningkatkan kelancaran arus logistik melalui optimalisasi penerapan Terminal Booking System (TBS). 

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong layanan terminal yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam forum dialog dan diskusi yang berlangsung di Kantor PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Kamis 4 Juni 2026.

Pertemuan dihadiri Ketua DPC APTRINDO Kota Surabaya I Wayan Sumadita, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David P. Sirait, Terminal Head TPK Teluk Lamong Pierre Rochel Tumbol, serta jajaran pengurus dan anggota APTRINDO.

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka untuk membahas berbagai persoalan operasional yang selama ini menjadi perhatian para pengguna jasa. Antara lain pola kedatangan kendaraan, potensi kepadatan arus truk pada waktu tertentu, hingga langkah bersama dalam memperlancar distribusi logistik di Jawa Timur.

BACA JUGA:Pelatihan CTO Terminal Teluk Lamong, Dorong Efisiensi dan Transformasi Pelabuhan


APTRINDO memiliki posisi strategis dalam rantai pasok logistik nasional-Dokumentasi TTL-

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David P. Sirait menegaskan perusahaan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar layanan terminal dapat mengimbangi pertumbuhan aktivitas logistik yang terus meningkat.

Menurutnya, APTRINDO memiliki posisi strategis dalam rantai pasok logistik nasional sehingga berbagai masukan dari pelaku usaha transportasi menjadi bagian penting dalam evaluasi dan pengembangan layanan terminal.

"APTRINDO merupakan mitra strategis dalam rantai pasok logistik nasional. Peningkatan kinerja logistik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak dalam ekosistem pelabuhan," ujarnya.

David menjelaskan, dari sisi kapasitas operasional, Terminal Petikemas Teluk Lamong masih memiliki ruang yang cukup untuk mendukung peningkatan arus barang. Terminal tersebut memiliki kapasitas lapangan penumpukan mencapai 1,4 juta TEUs per tahun dengan dukungan fasilitas gate modern serta peralatan bongkar muat berbasis otomasi.

BACA JUGA:Awal 2026, Arus Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Tumbuh 9,1 Persen

BACA JUGA:Terminal Teluk Lamong Perkuat Operasi Aman dan Berintegritas Lewat Audit 4 ISO Terintegrasi

Namun, persoalan utama bukan terletak pada kapasitas terminal. Tapi pola kedatangan kendaraan yang belum merata.

Ia menjelaskan ketika sebagian besar kendaraan datang pada waktu yang bersamaan, potensi antrean akan meningkat meskipun kapasitas terminal masih tersedia.

PT Terminal Teluk Lamong telah menerapkan Terminal Booking System Stage 2 sejak Maret 2026. Sistem tersebut mengatur kedatangan kendaraan berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam sehingga distribusi kendaraan dapat lebih merata.

Kategori :