Iran Hantam Markas Armada Kelima di Manama, Bahrain

Kamis 11-06-2026,13:46 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Tentara Nasional Iran mengumumkan rangkaian operasi militer balasan yang terkoordinasi dengan menyasar instalasi militer Amerika Serikat di berbagai kawasan regional, termasuk aset-aset strategis di Bahrain, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kantor Berita Fars melaporkan bahwa pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis dini hari tersebut menegaskan bahwa operasi ini merupakan jawaban mutlak atas agresi Amerika Serikat yang menggempur sejumlah wilayah di Iran bagian selatan pada Selasa-Rabu, 9-10 Juni 2026. 

IRGC menyatakan bahwa Pasukan Dirgantara dan Angkatan Laut mereka telah melancarkan operasi pembalasan yang terbagi dalam dua gelombang terpisah. Langkah ini diambil sebagai aksi tuntutan balas atas serangan AS sebelumnya yang menghantam pos-pos penjagaan pantai IRGC, unit-unit pelayanan, pos penegakan hukum, serta kawasan sekitar Bandara Bandar Abbas.

Dalam gelombang serangan tersebut, IRGC mengklaim telah berhasil menghantam dan menghancurkan 18 target kunci milik militer kriminal Amerika Serikat. Target-target vital yang digempur tersebut tersebar di Pangkalan Udara Ali al-Salem dan Ahmad al-Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

BACA JUGA:Iran Umumkan Penutupan Total Selat Hormuz

BACA JUGA:Iran Hujani Yordania dengan 12 Rudal Balistik, Incar Pangkalan Udara di Al-Azraq

Markas Armada Kelima AS

Secara terpisah, Kantor Humas Tentara Nasional Iran melaporkan operasi penyerangan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) yang secara spesifik membidik markas besar Armada Kelima AS di Bahrain.

Pihak militer menjelaskan bahwa sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan di beberapa bagian selatan Iran, Tentara Republik Islam Iran mengerahkan berbagai jenis drone peledak untuk menghantam Armada Kelima AS.

Serangan drone tersebut diklaim sukses menyasar antena komunikasi serta sistem radar yang terintegrasi dengan sistem pertahanan udara Patriot milik armada tersebut. Pihak Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa pasukan mereka tetap berada dalam kesiapan penuh untuk konfrontasi lebih lanjut dan akan terus melanjutkan operasi sampai proses penghukuman terhadap agresor selesai.

BACA JUGA:Yaman Join Iran Serang Israel, Deklarasikan Larangan Navigasi di Laut Merah

BACA JUGA:Iran-Israel Berperang Lagi! Pabrik Petrokomia Iran Dihajar Rudal

Sementara itu, Markas Pusat Khatam al-Anbiya selaku unit komando operasional tertinggi Iran menyatakan bahwa mandeknya gelombang agresi terbaru dari AS terjadi akibat efektifnya "respons kuat dan tegas" yang ditunjukkan oleh angkatan bersenjata Iran di lapangan.

Trump: Pengeboman Akan Berhenti 

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemboman yang dilakukan militer Amerika Serikat di Iran akan segera dihentikan dalam waktu dekat. Trump mengklaim bahwa sejumlah pejabat senior Iran telah menelepon dirinya untuk meminta agar serangan terbaru AS tersebut dihentikan.

Namun, pihak IRGC dengan tegas menolak mentah-mentah klaim Trump tersebut dan menyebut pernyataan sang Presiden AS tidak lebih dari sekadar kedok untuk melarikan diri dari medan perang. Markas Pusat Khatam al-Anbiya menambahkan bahwa respons militer Iran terhadap kekejaman AS akan terus berlanjut tanpa merinci waktu maupun cakupan operasi berikutnya.(*)

Kategori :