Banyak orang tidak sadar. Bahwa mereka sedang menjadi korban atau terlibat dalam pola hubungan yang tidak sehat tersebut. Berikut beberapa ciri umumnya.
Kaum adam seringkali putus asa atau minder di depan pasangan jika sudah bicara soal disfungsi ereksi atau DE. --Men's Health
1. Selalu Merasa Cemas dan Overthinking Pasca-Komunikasi
Korban biasanya merasa senang saat dihubungi. Namun, langsung didera kecemasan luar biasa ketika pasangannya mendadak dingin. Atau menghilang tanpa alasan yang jelas.
BACA JUGA:Mau Menikah? Cek Dulu Kecocokan Weton Kalian dan Pasangan
BACA JUGA:5 Jenis Love Language, Cara Sederhana Memahami Pasangan
2. Takut Menanyakan Status (Walk on Eggshells)
Orang tersebut merasa enggan atau takut menanyakan kalimat "kita ini sebenarnya apa?" Karena khawatir pertanyaan itu akan membuat pasangannya risih. Lalu pergi meninggalkannya.
3. Hubungan Terasa Berjalan di Tempat
Meskipun kedekatan sudah terjalin berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tidak ada perkembangan emosional yang nyata. Hubungan tersebut hanya berputar-putar di rutinitas yang sama. Tanpa arah masa depan.
4. Hanya Dihubungi pada Waktu Tertentu
Ciri yang sangat kuat dari korban breadcrumbing adalah mereka hanya dicari saat pelaku merasa kesepian, bosan, atau membutuhkan validasi ego sesaat.
5. Sering Membuat Pembenaran atas Perilaku Buruk Pasangan
Mereka cenderung memaklumi sikap tidak konsisten pasangannya. Dengan alasan "dia mungkin sedang sibuk kerja". Atau "dia memang tipikal orang yang cuek". Padahal kenyataannya sedang digantung.
BACA JUGA:Survei Buktikan Banyak User Sudah Punya Pasangan, Ini Tip Aman Gunakan Dating App
BACA JUGA:Punya Pacar Bule? Ini 5 Tips Agar Langgeng Menjalani LDR dengan Pasangan Beda Negara
Dampak dari ketidakpastian dari korban situationship dan breadcrumbing cukup mengkhawatirkan. Korbannya rentan mengalami penurunan rasa percaya diri.
Karena merasa diri mereka "tidak cukup berharga" untuk diberi komitmen. Rasa cemas dan kebingungan emosional itu lambat laun dapat mengganggu produktivitas harian. Juga kesehatan mental secara keseluruhan.
Akar utama dari langgengnya fenomena itu adalah minimnya komunikasi yang jujur dan terbuka sejak awal.
Banyak orang memilih berasumsi dan menebak-nebak isi hati pasangan. Demi menghindari konflik. Yang pada akhirnya justru menumpuk kekecewaan di kemudian hari.
KASIH SAYANG tidak terbatas pada pasangan saja, tapi juga pada sahabat dan teman.--freepik