Dindik Jatim Wajibkan Guru Tingkatkan Kompetensi saat Libur

Selasa 23-06-2026,16:56 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY– Masa libur sekolah bukan berarti para guru di Jawa Timur bisa bersantai penuh. Menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027 pada 13 Juli mendatang, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mengeluarkan instruksi tegas: guru wajib menggunakan waktu libur untuk meningkatkan kompetensi dan berinovasi.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menekankan, bahwa momentum libur sekolah (22 Juni–12 Juli 2026) harus menjadi ajang pengisian energi yang produktif bagi tenaga pendidik.

"Murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi. Saat murid kembali, mereka harus bertemu dengan guru yang lebih kreatif, inovatif, dan menginspirasi," ujar Aries, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Aries, tantangan dunia pendidikan kini kian kompleks. Terutama dengan pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan pergeseran karakter belajar siswa. Karena itu, ia menargetkan guru-guru di Jatim tidak boleh berhenti belajar.

BACA JUGA:Bidik Juara Umum Keempat di LKS Nasional 2026, Dindik Jatim Gencarkan Pelatihan Calon Peserta

BACA JUGA:Kadindik Jatim: Pengambilan PIN SPMB 2026 Dibuka Hari Ini, Tak Perlu Antre dan Panik

Dindik Jatim telah menyiapkan serangkaian agenda wajib bagi guru selama masa transisi ini. Di antaranya adalah melakukan pemetaan kemampuan siswa melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi siswa baru, hingga penguatan program literasi sekolah.

Tak hanya itu, Aries mewajibkan guru melakukan refleksi pembelajaran untuk mengevaluasi metode yang digunakan selama satu tahun terakhir. Hasil refleksi tersebut nantinya harus dituangkan dalam rencana perbaikan pembelajaran yang lebih konkret untuk tahun ajaran baru.

"Kami juga mendorong Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Setiap guru minimal harus menghasilkan satu media pembelajaran baru, satu metode mengajar baru, satu video pembelajaran, dan satu proyek pembelajaran kontekstual," tegas mantan Pj Wali Kota Batu itu.

Beberapa topik penguatan kompetensi yang ditekankan Dindik Jatim mencakup deep learning, active learning, project-based learning, hingga pemanfaatan teknologi teaching with AI dan kemampuan public speaking.

Selain fokus pada ranah akademis, Dindik Jatim tetap memberlakukan sistem piket melalui Program SIKAP (Sistem Kinerja Aktif Pengajar). Guru yang bertugas tetap bertanggung jawab merawat lingkungan sekolah, mulai dari tanaman hingga perikanan, serta mendokumentasikan perkembangannya secara berkala.

Aries berharap, melalui langkah-langkah persiapan yang intensif ini, para guru dapat kembali ke sekolah dengan kesiapan yang lebih matang untuk menghadirkan pembelajaran yang berdampak bagi masa depan pendidikan di Jawa Timur. (*)

Kategori :