HARIAN DISWAY - Hidup adalah seni menerima dan memperjuangkan. Syaiful Ankaewar, guru les catwalk, mengatakan begitu ketika ditanya apa moto yang dipegangnya dalam menjalani kehidupan.
Memang, bila merujuk filsafat Stoikisme, dalam hidup ada hal-hal yang dapat kita ubah dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian. Tetapi, ada pula hal-hal yang berada di luar kendali kita, yang hanya dapat kita hadapi dengan lapang dada bagaimanapun hasilnya.
Makanya, seperti dibilang Syaiful tadi, hidup tak lain merupakan seni menyeimbangkan antara menerima dan memperjuangkan. Atau, dalam istilah peribahasa Mandarin, "能屈能伸" (néng qū néng shēn): mampu berkompromi dengan keadaan apa pun tanpa kehilangan prinsip.
Masalahnya, tidak sedikit orang yang cuma mengenal perjuangan dengan terus berlari mengejar impian. Bentuknya bisa berupa harta atau takhta. Semangat seperti ini tentu penting. Sebab, tanpa perjuangan, mustahil akan ada pencapaian.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Penerjemah di PT Huafei Nickel Cobalt Maluku Utara Fardi Ahmad: Gong Bu Tang Juan
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Ketua Umum Eka Tjipta Foundation Hong Tjhin: Mou Shi Zai Ren, Cheng Shi Zai Tian
Walakin, kendati konon hasil tidak akan mengkhianati usaha, di lapangan agaknya tidak selalu demikian adanya. Banyak yang mati-matian banting tulang dari pagi sampai malam, hasilnya tetap begini-begini saja. Sedangkan yang "tidak berkeringat" malah sebaliknya: ujug-ujug kaya raya dan berkedudukan tinggi sekali.
Barangkali karena itulah, pitutur luhur Tiongkok mengingatkan kita untuk "尽人事,听天命" (jìn rén shì, tīng Tiān mìng): lakukan sebaik mungkin apa yang bisa manusia lakukan, tapi hasilnya terima apa yang telah Tuhan gariskan.
Dalam artian, kita harus memperjuangkan apa yang dapat kita usahakan dan, di waktu yang sama, menerima apa yang sudah ditakdirkan. Jika bisa melakukan ini, kita kemungkinan akan dapat mengarungi hidup dengan tekad yang kuat sekaligus hati yang lapang.
Namun, karena kita WNI, sekali-kali sambat sepertinya juga tak ada salahnya. (*)
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Ibu Rumah Tangga Imelda Ida: Bai Zhe Bu Hui
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Owner Consist Product (Aceh) TM Yusuf: Gu Dao Re Chang