Lalu, apa pelajaran dari semua kegilaan global itu?
Sejatinya kekuatan tanpa kepercayaan? Kayak bakpao isi kosong. Besar di luar, hampa di dalam.
Teknologi tanpa kepercayaan? Kayak timbangan pasar yang sudah diakali. Nunjukin angka berat, tapi sebenarnya ringan. Menipu pembeli, menipu diri sendiri.
Aliansi tanpa kepercayaan? Kayak pedagang pasar yang saling jualan bareng. Tapi, satu sama lain saling sikut kalau ada pembeli. Akhirnya pembeli pergi ke pasar sebelah.
Perang bukan cuma soal rudal. Perang juga soal hati.
Sebab, pada akhir cerita, tank akan terus bergerak dan rudal akan tetap meluncur.
Namun, sejarah selalu mencatat bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kerasnya baja pada laras meriam mereka, tetapi dari seberapa kuat mereka memercayai kawan dan pemimpin di medan laga. (*)