Iran Gempur Markas Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Blokade Total Selat Hormuz

Minggu 28-06-2026,13:21 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Bahrain dan Kuwait pada Minggu, 28 Juni 2026. Aksi ini merupakan balasan langsung atas serangan udara beruntun yang dilakukan militer Amerika Serikat (AS) ke teritorial Iran, sekaligus memperkeruh proses negosiasi damai yang tengah berjalan.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer penting milik AS di dua negara tersebut. Target utama serangan ini mencakup Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait dan pangkalan armada laut Fifth Fleet (Armada Kelima) AS yang berada di Port Salman, Bahrain.

IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada Washington dan sekutunya agar tidak melakukan tindakan balasan.

"Setiap agresi musuh, apa pun dalihnya, bahkan terhadap target yang tidak signifikan sekalipun... akan mendapatkan respons yang menghancurkan," tegas IRGC dalam rilis resminya pada Minggu, 28 Juni 2026.

Saling Tuding Pelanggaran MoU Islamabad


Iran dan AS dilaporkan kembali saling serang di Selat Hormuz, gencatan senjata dilanggar -Press TV-

Ketegangan baru ini terjadi di tengah upaya mediasi yang diinisiasi oleh Pakistan. Pada pertengahan Juni 2026 lalu, AS dan Iran sebenarnya telah mencapai kesepakatan lewat sebuah Nota Kesepahaman (MoU) yang ditujukan untuk mengakhiri perang Timur Tengah secara permanen.

BACA JUGA:Saling Tuduh Pelanggaran Gencatan Senjata, Iran Sebut AS Rusak Kesepakatan Damai Perang Teluk

BACA JUGA:Panas Lagi! Iran dan AS Saling Serang di Selat Hormuz, Kesepakatan Gencatan Senjata Terancam

Dalam dokumen yang ditandatangani kedua belah pihak, AS dan Iran beserta sekutu masing-masing telah berkomitmen untuk "tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, serta menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan."


Kapal-kapal yang transit di Selat Hormuz dilaporkan sudah mulai bisa lewat. Pembukaan penuh dijadwalkan besok, Jumat, 19 Juni -Amirhossein Khorgooei/ISNA via AFP-

Namun, situasi di lapangan berbalik 180 derajat. AS dan Iran kini saling tuduh telah melanggar gencatan senjata yang rapuh tersebut. Militer AS tercatat membom wilayah Iran selama dua hari berturut-turut, termasuk serangan pada Sabtu, 27 Juni 2026 kemarin.

Washington berdalih bom tersebut merupakan balasan atas serangan Iran terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Padahal, di dalam MoU tersebut, Iran telah menyetujui poin krusial mengenai jaminan keamanan pelayaran. Teheran sepakat memberikan "jalur aman bagi kapal-kapal komersial tanpa biaya, hanya untuk jangka waktu 60 hari, dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya" di Selat Hormuz.

Selat Hormuz Diperketat, Hanya Bisa Lewat Pantai Iran

BACA JUGA:Alotnya Perundingan Damai untuk Akhiri Perang Timur Tengah, Pertentangan Kubu Pragmatis-Garis Keras Iran

Menyusul serangan terbaru ke pangkalan AS, IRGC pada hari Minggu ini menyatakan bahwa tindakan tegas telah diambil untuk mengontrol lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz.

Kategori :