HARIAN DISWAY - Sebuah pesawat perintis dengan nomor registrasi PK-RCY dilaporkan diserang sejumlah orang bersenjata di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis, 2 Juli 2027.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menerima laporan awal mengenai insiden tersebut.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengungkapkan, berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa 1 orang pilot dan 7 penumpang.
BACA JUGA:Pasukan Khusus Cartenz Tangkap Dua DPO KKB di Yahukimo
Pesawat dilaporkan mendarat di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT. Tidak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area sekitar lapter tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang tidak kondusif.
Sebelum penerbangan dilaksanakan, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik.
Namun demikian, berdasarkan laporan awal, tidak terdapat penyampaian informasi mengenai situasi keamanan dari Lapangan Terbang Balinggama sebelum pesawat mendarat.
"Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus," kata Lukman.
BACA JUGA:Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap 4 KKB di Yahukimo, Dua Diduga Terlibat Penembakan Smart Air
BACA JUGA:Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan Komandan KKB Lipet Sobolim di Yahukimo
Ia mengatakan, Ditjen Perhubungan Udara juga telah menerima laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena yang menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia.
"Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang," kata Lukman.
Saat ini, lanjut Lukman, PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena dan instansi terkait masih melakukan pendalaman serta verifikasi kronologi kejadian untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini serta akan terus berkoordinasi dengan operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memperoleh informasi yang akurat serta memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan sesuai ketentuan," ungkapnya.(*)