HARIAN DISWAY - Kehilangan dua pembalap andalannya sekaligus tak membuat Gresini Racing gentar. Lewat kombinasi kejutan antara determinasi berani sang pemilik, Nadia Padovani, talenta mentah rookie sensasional Moto2, dan ambisi kebangkitan seorang juara dunia, tim satelit utama Ducati ini resmi merombak total masa depan mereka demi menaklukkan era baru MotoGP.
Pergeseran besar terjadi di kubu Gresini Racing. Setelah Alex Marquez dan Fermin Aldeguer menyepakati kontrak masing-masing dengan KTM dan VR46, tim satelit Ducati ini dipastikan kehilangan kedua pembalapnya pada akhir musim ini.
Kondisi tersebut memaksa pemilik tim, Nadia Padovani, berburu amunisi baru untuk menyongsong musim 2027. Langkah berani pun diambil dengan bertaruh pada talenta muda.
Gresini resmi mengonfirmasi pada Kamis bahwa pembalap Moto2, Daniel Holgado, akan naik kelas ke MotoGP untuk mengendarai Ducati dengan kontrak berdurasi dua tahun.
Pembalap asal Spanyol berusia 21 tahun tersebut saat ini sedang menjalani musim keduanya di Moto2 (2026). Setelah keluar sebagai runner-up Moto3 2024 di belakang rekan setimnya di CFMoto Aspar, David Alonso, Holgado mengakhiri musim Moto2 2025 di peringkat keenam.
Hingga sembilan balapan berjalan di musim 2026, Holgado masih tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan raihan satu kemenangan dan tiga podium, tertinggal 90,5 poin dari pemuncak klasemen, Manuel Gonzalez.
Di tengah sengitnya perebutan gelar Moto2 musim ini, Holgado setidaknya bisa bernapas lega karena telah mengamankan masa depannya di kelas utama bersama Gresini untuk 2 tahun ke depan.
BACA JUGA:Curi Start MotoGP 2027, Brembo Uji Rem Radikal Tanpa Sirip Pendingin!
BACA JUGA:Bursa Transfer MotoGP: Trackhouse Bajak Bastianini, KTM Gigit Jari!
Melawan 'Keinginan' Dorna
Langkah Gresini merekrut Holgado sebenarnya sempat disebut-sebut sebagai 'bertentangan dengan keinginan Dorna'. Promotor MotoGP itu dikabarkan enggan menambah jumlah pembalap asal Spanyol di grid karena khawatir dominasi dari satu negara. Dorna lebih memilih memperluas pasar dengan membawa pembalap dari negara baru. Namun, Gresini memilih untuk mengabaikan dan lebih melihat potensi besar dalam diri Holgado.
Holgado sendiri merupakan satu dari sekian banyak pembalap Moto2 yang diprediksi naik kelas pada 2027, tahun di mana MotoGP akan memperkenalkan regulasi baru: mesin 850cc, ban Pirelli, dan penghapusan perangkat pengatur ketinggian motor (ride height device).
Bos tim CFMoto Aspar sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Holgado dan David Alonso akan menembus MotoGP tahun depan. Kini, Holgado resmi berseragam Gresini, sementara Alonso dikabarkan bakal merapat ke kubu Honda.
Bagi Holgado, pengumuman ini menjadi momen emosional yang sangat dinantikannya. "Saya sangat senang bergabung dengan proyek MotoGP dari Tim BK8 Gresini Racing. Ini adalah impian seumur hidup saya untuk balapan di kelas utama, dan melakukannya bersama tim seperti ini membuatnya kian luar biasa. Ini hasil dari kerja keras bertahun-tahun," ujar Daniel Holgado.
Kolase Daniel Holgado yang diresmikan Gresini Racing untuk 2027--Twitter Ruben Canales @RubCanales
"Saya tahu ini akan menjadi tantangan besar, tetapi saya siap berkembang sebagai pembalap maupun sebagai pribadi. Terima kasih kepada Nadia, tim, keluarga, dan semua orang yang selalu percaya kepada saya. Perjalanan ini tidak akan mudah, tetapi saya siap menghadapi apa pun." Pungkasnya.
Joan Mir Jadi Mentor
Di Gresini, Holgado tidak akan sendirian. Ia akan bertandem dengan pembalap berpengalaman sekaligus juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, yang memutuskan hengkang dari tim pabrikan Repsol Honda.
Sejak debut di kelas utama pada 2019, Mir tercatat pernah membela Suzuki dan Honda. Praktis, Ducati bersama Gresini akan menjadi motor ketiga yang ia tunggangi sepanjang kariernya di MotoGP.
BACA JUGA:Resmi! MotoGP Perpanjang Kontrak Sirkuit Sepang hingga 2031
BACA JUGA:Yamaha Duetkan Jorge Martin dan Ai Ogura di MotoGP 2027
Meski masa depannya sudah dipastikan, Mir baru akan memberikan pernyataan publik terkait kesepakatan baru ini setelah kontraknya dengan Honda resmi berakhir pada 31 Desember 2026. Detail prosedural inilah yang membuatnya harus tetap bungkam untuk sementara waktu.
Pemilik tim, Nadia Padovani, menyebut komposisi skuad baru ini sebagai bukti ambisi dan kontinuitas tim yang berjalan beriringan.
"Mulai tahun depan banyak hal akan berubah, tetapi esensi dari Tim BK8 Gresini Racing MotoGP tetap sama. Kami adalah tim yang selalu ingin berkembang di setiap musim. Pada 2027, kami akan melakukannya dengan dua pembalap yang sangat kami percayai," tutur Nadia Padovani.
"Dani adalah profil yang sudah lama kami pantau, dan kami senang dia memulai debut rookie-nya bersama kami. Sementara Joan adalah seorang Juara Dunia MotoGP, prestasinya berbicara sendiri. Yang satu berada di awal perjalanan, yang lain ingin menemukan kembali performa terbaiknya. Kami ingin menjadi rumah yang tepat bagi keduanya," pungkasnya.
Pesan dari Gresini sangat jelas: mereka menolak stagnasi. Di saat musim 2026 masih menyajikan drama di lintasan, fondasi mereka untuk musim 2027 justru sudah kokoh.
Dengan kombinasi seorang juara dunia yang lapar akan kebangkitan, rookie potensial yang mengejar mimpi masa kecil, serta motor kompetitif dari Ducati, masa depan Gresini Racing terlihat sangat cerah.(*)