Balaskan Dendam! Teriakan Ribuan Warga Iran Iringi Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu 04-07-2026,15:28 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Ribuan pelayat berkumpul di Teheran pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Suasana duka diwarnai aksi para pelayat yang memukul dada mereka sambil berulang kali meneriakkan seruan "balas dendam, balas dendam!".

Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan gabungan dengan rudal-rudal jelajah jenis Tomahawk tersebut menghantam kediaman pemimpin tertinggi Iran dan keluarganya di pusat Kota Teheran. 

Peristiwa tersebut menjadi pemicu pecahnya perang regional di kawasan Timur Tengah.

Pada Sabtu pagi, jenazahnya disemayamkan di kompleks ibadah Grand Mosalla yang sangat luas di ibu kota Iran. Berdasarkan laporan jurnalis AFP di lokasi, gelombang massa terus berdatangan memasuki area kompleks sambil membawa bendera merah, yang merupakan simbol pembalasan dendam dalam tradisi Syiah.

BACA JUGA:Pejabat Tinggi Iran dan Delegasi Internasional Beri Penghormatan Terakhir kepada Ali Khamenei

BACA JUGA:Mojtaba Khamenei Izinkan Presiden Iran untuk Lanjutkan Perundingan Damai Meski Punya Pandangan Berbeda

"Kami datang ke sini bukan sekadar untuk pemakaman, melainkan untuk membalas dendam," teriak seorang pelantun pujian (eulogist) di acara tersebut yang disambut riuh oleh para pelayat. "Kami tidak akan pernah membiarkan darahmu tumpah sia-sia, ini adalah garis paling merah bagi kami."

Para pelayat, yang sebagian di antaranya tampak menangis, berjalan melewati pos pemeriksaan keamanan yang sangat ketat menuju lapangan tengah tempat peti mati Khamenei diletakkan. Seorang mahasiswa berusia 18 tahun, Hamidreza Shabani, menyatakan tekadnya kepada AFP. "Kami harus bangkit dan, insya Allah, membalas darah pemimpin kami," ujarnya.

Peti mati yang dibalut bendera Iran tersebut diperlihatkan di atas panggung setelah tirai beludru biru tua dibuka, menyusul pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Peti tersebut ditempatkan di sebuah platform tinggi, berdampingan dengan peti mati anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

BACA JUGA:Perjalanan Politik Ali Khamenei, Dari Revolusi Islam Iran 1979 ke Akhir Masa Kekuasaan

Dua baris bendera Iran tampak berjejer menghiasi panggung, sementara foto-foto potret yang menggambarkan berbagai fase perjalanan hidup Khamenei dipasang di dinding-dinding Grand Mosalla.

Di antara kerumunan tersebut, beberapa pelayat terlihat membawa foto pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang telah menggantikan posisi ayahnya namun sejauh ini masih belum tampil di hadapan publik. Selain itu, bendera kuning milik kelompok pejuang Hizbullah asal Lebanon yang didukung Iran juga tampak berkibar di tengah massa.(*)

Kategori :