Kasus Remaja Pria Bunuh Pacar di Randuagung, Lumajang: Ada Rekayasa Kriminal

Selasa 07-07-2026,05:33 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Penjahat, meski berusia muda, punya feeling menutupi jejak kejahatan. Ari, 18, tersangka pembunuh pacarnya, Merinda Tri Agustin, 22, di Lumajang, Jatim, melakukan tiga cara menghilangkan jejak pembunuhan itu. Berikut ini caranya.

PERTAMA, Ari menghilangkan senjata pembunuhan. Berupa balok kayu yang diduga ia gunakan sebagai serangan awal terhadap korban Merinda. Setelah Ari ditangkap polisi, balok itu kini dicari polisi di area perkebunan tebu dengan TKP.

Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Ari Nuzul Aulia kepada wartawan mengatakan, tersangka kepada polisi mengatakan, balok itu ia buang di kebun tebu dekat TKP beberapa saat setelah pembunuhan.

Ari: ”Kami masih mencarinya.”

Kedua, HP korban diambil pelaku, kemudian dibuang di lokasi yang sama dengan pembuangan balok. Polisi juga mencari benda itu.

BACA JUGA:Pemuda Bunuh Pacar yang Dihamili: Ini Problem Nasional

 BACA JUGA:Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida

Pelaku rupanya paham penyelidikan forensik meski dalam level sederhana. Ia menghilangkan bukti hukum fisik benda dan digital. Fisik benda itu pasti berlepotan darah korban. Dan, HP korban memuat komunikasi serta jejak pergerakan korban.

Ketiga, ini yang unik, sehari setelah pembunuhan Merinda, pelaku menelepon teman korban yang juga teman pelaku. Isi pembicaraan, pelaku pura-pura khawatir dengan mengatakan, HP korban sulit dihubungi. Pelaku menyatakan khawatir kalau-kalau terjadi apa-apa pada Merinda.

Ari kepada teman mengatakan, ”tolong kamu cek korban di rumahnya.” Lalu, si teman mengecek dan menemukan mayat Merinda. Si teman kaget dan takut. Maka, ia lapor polisi.

Pelaku maunya bikin cerita, seolah-olah ia punya perhatian ke korban, yang tentu diharapkan menjauhkannya dari kecurigaan polisi kepada dirinya. Kenyataan justru sebaliknya. Polisi heran, bagaimana prosesnya si teman bisa menemukan mayat Merinda? Dari situ pelaku ditangkap dalam waktu cepat.

BACA JUGA:Ditangkap, Tersangka Polisi Pembunuh Pacar yang Dibakar: Diduga Emotional Blackmail

BACA JUGA:Faktor U, Bunuh Pacar

Kasus itu memprihatinkan. Merinda yatim piatu sejak kecil. Dia dirawat keluarga pamannyi, Saniman, di Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, Jatim. Rumah masa kecil Merinda sendiri tak jauh dari rumah Saniman, sekarang dibiarkan kosong.

Merinda selama ini dianggap anak sendiri oleh Saniman, sampai Merinda dewasa. Setelah lulus sekolah, Merinda tidak melanjutkan kuliah. Dia bekerja sebagai penjaga toko emas di Lumajang. Dari situ, dia bisa menabung dan membantu finansial keluarga Saniman.

Kategori :