Kekecewaan yang sama juga dirasakan pencetak gol Mesir, Mostafa Ziko.
Seusai pertandingan, ia memberikan wawancara dengan penuh emosi dan menyebut timnya menjadi korban keputusan yang tidak adil.
"Wasit benar-benar tidak adil. Sejak awal pertandingan kami merasa ada keputusan-keputusan yang merugikan kami. Padahal kami sudah bekerja keras dan mampu unggul lebih dulu," ujar Ziko.
Pemain berusia 24 tahun itu juga menyesalkan keunggulan dua gol Mesir gagal dipertahankan hingga akhir laga.
"Ternyata unggul 2-0 saja belum cukup untuk mengalahkan Argentina. Rasanya sangat menyakitkan," tambahnya.
BACA JUGA:Donald Trump Nongol! FIFA Pastikan Presiden AS Tampil di Final Piala Dunia 2026
BACA JUGA:5 Kontroversi yang Menimpa Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Gugur Tanpa Kalah!
Dalam pernyataannya, Ziko bahkan menyebut dirinya merasa turnamen telah "diatur". Namun, hingga saat ini tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut, dan FIFA juga belum mengeluarkan pernyataan yang membenarkan klaim tersebut.
Terlepas dari kontroversi yang muncul, Mesir tetap meninggalkan kesan positif di Piala Dunia 2026.
Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada Argentina dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di babak gugur sebelum akhirnya harus mengakhiri perjalanan secara dramatis. (*)