Marco Bezzecchi Patah Tulang Selangka, Marc Marquez: Itu Bukan Karma!

Minggu 12-07-2026,06:30 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Retna Christa

HARIAN DISWAY - Kans Marco Bezzecchi merebut kembali puncak klasemen pembalap di MotoGP Jerman 2026 dipastikan sirna. Patah tulang selangka memaksanya absen dari balapan utama di Sirkuit Sachsenring pada Minggu, 12 Juni 2026.

Sebagaimana diketahui, rider Aprilia itu mengalami kecelakaan highside mengerikan di Tikungan 7 saat sesi kualifikasi pada Sabtu, 11 Juni 2026.

Pembalap 27 tahun tersebut terlempar keras ke area gravel akibat kehilangan kendali traksi saat berakselerasi di tikungan kiri. Bezzecchi sempat terduduk lemas sebelum para marshal bergegas menghampiri dan memberikan pertolongan pertama.

Tak lama setelah insiden, foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan sang pembalap memegangi tangannya yang cedera saat dievakuasi ke pusat medis sirkuit.

BACA JUGA:Sprint Race MotoGP Jerman 2026: Marquez Bersaudara Dominasi Total Sachsenring

BACA JUGA:MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Pole Position dan Pecahkan Rekor Lap Sachsenring


Marco Bezzecchi, terlihat Keluar dari box Aprilia racing dengan penyangga di lengan kirinya. --Twitter Ruben Canales @RubCanales

​Berdasarkan hasil rontgen di bawah pengawasan Direktur Medis MotoGP, Dr Angel Charte, Bezzecchi didiagnosis mengalami patah tulang selangka kiri yang cukup parah hingga bergeser (dislocated). Ia langsung diterbangkan ke Italia untuk naik meja operasi.

"​Jenis fraktur ini memerlukan intervensi bedah untuk pemulihan yang optimal, yang akan ditangani langsung oleh Dr. Giuseppe Porcellini di Italia," begitu pernyataan resmi Aprilia yang dirilis tak lama setelah ia dievakuasi.

Rentetan Insiden Bezzecchi

​Kecelakaan di Sachsenring memperpanjang daftar hitam insiden yang dialami Marco Bezzecchi musim ini.

Sebelumnya, di GP Belanda di Assen, ia lolos dari cedera serius secara ajaib setelah menabrak pembatas sirkuit dalam kecepatan tinggi akibat kehilangan kendali front-end pada motor Aprilia RS-GP miliknya di Tikungan 15.

BACA JUGA:Evolusi Senyap Yamaha: Lengan Ayun Radikal M1 Antar Jack Miller Melesat di GP Jerman

BACA JUGA:Hormati Rivalitas Klasik Rossi vs Gibernau, Gresini Racing Rilis Livery Spesial MotoGP Jerman

​Jika ditarik lebih ke belakang, performa Bezzecchi memang merosot tajam akibat rentetan kecelakaan berturut-turut. Mulai dari GP Hungaria hingga GP Ceko.

Bahkan, pembalap asal Rimini itu sempat dijatuhi sanksi larangan balapan di GP Ceko akibat terlibat menampar seorang marshal pasca-kecelakaan di sesi Sprint Race.

​Padahal, Bezzecchi memulai kampanye MotoGP 2026 dengan sangat dominan. Ia menyapu bersih kemenangan di tiga balapan pembuka, serta mengemas empat kemenangan dari tujuh seri pertama. Alhasil, ia memuncaki klasemen selama berbulan-bulan.

Namun, momentum emas untuk merengkuh gelar juara dunia MotoGP pertamanya buyar seketika sejak ia terlibat kecelakaan dengan rekan setimnya, Jorge Martin, di Tikungan 1 GP Hungaria. Sejak saat itu, performanya terjun bebas.

BACA JUGA:Buntut Crash Horor Barcelona, Johann Zarco Resmi Dijatuhi Sanksi Berat!

BACA JUGA:Misi Sejarah Marc Marquez di Sachsenring: Kejar Rekor 13 Kemenangan Legenda MotoGP

Marquez: Karma Itu Tidak Ada

Bukan fans MotoGP namanya kalau tidak mengait-ngaitkan kecelakaan pembalap dengan Marc Marquez. Di media sosial, banyak yang menyebut bahwa apa yang dialami Bezzecchi adalah 'karma' atas insiden mereka di GP Indonesia 2025.

Anda pasti ingat, dalam lomba di Sirkuit Mandalika itu, Bezzecchi mengalami kalkulasi kecepatan, dan menabrak Marc Marquez di Tikungan 7. Marquez, yang sudah mengunci gelar juara dunia, mengalami patah bahu yang serius.

Marquez mengecam pendukungnya sendiri pada saat itu, karena mereka menyerang Bezzecchi. Ia kembali melakukannya pada Sabtu malam, setelah memenangkan kualifikasi di GP Jerman 2026.


Hasil Sprint Race MotoGP Jerman 2026, Marquez bersaudara bangkit di Sachsenring. Foto: Marc Marquez setelah menjuarai sprint race, 11 Juni 2026.-Gold and Goose-

"Karma itu tidak ada," ia memulai. "Aku sudah membaca kata 'karma' sejak 2015, misalnya. Dan aku memenangkan enam kejuaraan dunia setelah itu. Jika itu yang namanya karma, maka oke [itu diterima]," papar Marquez.

BACA JUGA:Mengapa Michelin Luncurkan Ban Khusus untuk MotoGP Jerman? Bos Balap Ungkap Bahaya Tikungan 11

BACA JUGA:Demi Juara Dunia Ke-10, Marc Marquez Pensiunkan Gaya Balap Ugal-ugalan!

Namun, jika kecelakaan Bezzecchi dikaitkan dengannya, maka ia tidak setuju. "Karma itu enggak ada. Semua pembalap mengambil risiko besar di luar sana. Dan kami mendoakan yang terbaik untuk Marco," tegasnya.

"Setelah kecelakaan di Indonesia, aku sudah posting [memberi tahu orang-orang] untuk tidak menyerang Marco. Karena hal-hal seperti ini memang banyak terjadi dalam balapan," pembalap 33 tahun itu menjelaskan.

Alih-alih bicara soal karma, juara dunia MotoGP tujuh kali itu kembali menyerukan agar area gravel di MotoGP diubah setelah kecelakaan Bezzecchi. Korbannya sudah banyak. Sebelum Bezzecchi, Fermin Aldeguer juga mengalaminya di Assen.

"Kami cedera saat masuk ke gravel karena adanya undakan (tepi antara aspal dan jebakan kerikil)," ucapnya. "Jadi, aku berharap Bez cepat pulih. Tapi saya berharap untuk masa depan kita bisa memperbaiki hal itu (setting gravel, Red)," pungkas Marquez. (*)

Kategori :