Dalam menu tersebut, tersedia pilihan untuk menonaktifkan backup data perangkat lainnya. Pengguna dapat menyesuaikan pengaturan berdasarkan kebutuhan penyimpanan masing-masing.
Kontrol itu memberikan keleluasaan lebih besar. Pengguna dapat menentukan jenis data yang menggunakan ruang penyimpanan.
Dengan demikian, kapasitas gratis tidak terpakai untuk backup yang dianggap tidak diperlukan. Cara tersebut mudah untuk diterapkan.
Terlebih bagi pengguna yang memiliki beberapa perangkat. Semakin banyak perangkat yang terhubung dengan satu akun, semakin besar potensi data backup yang tersimpan.
BACA JUGA:Tren Social Search 2026: TikTok vs Google, Mana Lebih Unggul dalam Pencarian Informasi?
BACA JUGA:Cara Cek Artikel Kena AI Detection 2026, Penting agar Lolos Google Search dan News
Google menggulirkan perubahan kebijakan dan pengaturan tersebut secara bertahap. Artinya, belum seluruh pengguna akan langsung melihat kontrol backup terbaru pada perangkat mereka.
Pengguna disarankan memeriksa preferensi backup secara berkala. Data cadangan lama yang tidak lagi diperlukan juga dapat diperiksa. Demi mengurangi penggunaan kapasitas penyimpanan. (*)