Jember Jadi Pilot Project DTSEN dan Pengembangan Data PDRB Triwulanan

Minggu 12-07-2026,17:00 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Thoriq S Karim

Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan Pemkab Jember dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan indikator dan penghitungan kemiskinan di daerah.

BACA JUGA:Gus Fawait Raih Dua Penghargaan, Fokus Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Kreatif Jember

BACA JUGA:Gus Fawait Pastikan Layanan Kesehatan Gratis di Jember Terus Ditingkatkan

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa implementasi DTSEN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Basis data tersebut mengintegrasikan berbagai data sosial ekonomi yang bersifat dinamis dan terus diperbarui.

Menurutnyi, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga akan menjadi sumber penting pembaruan DTSEN karena memuat berbagai variabel sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, dukungan seluruh pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pendataan.

Amalia menekankan pentingnya keterlibatan RT, RW, pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan agar tidak ada masyarakat yang terlewat dalam proses pendataan. Dia mendorong terbangunnya forum koordinasi rutin antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam penyediaan statistik sektoral.

BACA JUGA:Sahkan Lima Raperda , Gus Fawait Optimistis Pelayanan Publik di Jember Meningkat

"BPS RI akan mempersiapkan Kabupaten Jember sebagai daerah percontohan implementasi DTSEN sekaligus pengembangan penyediaan data PDRB triwulanan," tegasnyi.

Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait menyatakan Pemkab Jember siap memberikan dukungan penuh, termasuk melalui koordinasi lintas perangkat daerah, penyediaan data pendukung, pelaksanaan forum koordinasi berkala, hingga penerbitan Surat Edaran Bupati apabila diperlukan. 

Komitmen itu sekaligus menegaskan kesiapan Jember menjadi model nasional dalam penguatan tata kelola data pembangunan berbasis statistik yang akurat dan terintegrasi. (*)

Kategori :