Minta Gaji Selangit, Transfer Jack Miller ke Yamaha WSBK Terancam Batal!

Selasa 14-07-2026,18:49 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Drama transfer Jack Miller ke World Superbike (WSBK) menemui tembok tebal. Ambisi Yamaha untuk mendaratkan pemenang empat kali Grand Prix MotoGP itu kini terancam kolaps, setelah negosiasi kontrak dilaporkan menemui jalan buntu akibat tuntutan gaji selangit sang pembalap yang dinilai merusak struktur upah kompetisi.

Teka-teki masa depan Jack Miller di kancah balap motor dunia kembali memanas. Sempat santer dikabarkan bakal hijrah ke ajang World Superbike (WSBK) bersama Yamaha musim depan, rumor terbaru menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut kini berada di ambang kegagalan.

​Negosiasi antara Miller dan pabrikan berlogo garpu tala itu dilaporkan menemui jalan buntu akibat masalah finansial. Kabar ini pun langsung mengguncang paddock MotoGP, mengingat kepindahan pembalap asal Australia tersebut diprediksi akan menjadi salah satu transfer paling menyita perhatian.

​Tuntutan Gaji Selangit Jadi Batu Sandungan

​Miller kabarnya mengambil sikap tegas: ia hanya akan hijrah ke WSBK jika ekspektasi finansialnya terpenuhi. Berdasarkan rumor yang beredar di paddock, proses negosiasi terhenti karena pembalap berjuluk JackAss tersebut meminta kontrak tahunan sebesar €1 juta (Rp.20.5 miliar).

Pihak Yamaha WSBK saat ini belum bersedia memenuhi tuntutan tersebut. Tak hanya Yamaha, Ducati yang sempat dikaitkan ingin memulangkan Miller juga dilaporkan mundur dari perburuan.

​Menurut laporan dari Speedweek, kedua pabrikan tersebut keberatan dengan nominal €1 juta per tahun. Angka tersebut dinilai jauh melampaui standar struktur gaji (scale) pembalap di kelas World Superbike.

BACA JUGA:Bantu Quartararo di GP Jerman, Data Jack Miller Jadi Kunci Kebangkitan Yamaha!

BACA JUGA:Krisis MotoGP 2026: Ducati, Honda, dan Yamaha Kompak Jegal Rencana Darurat KTM!

​Penurunan Pendapatan yang Signifikan

​Bagi Miller, angka €1 juta sebenarnya sudah merupakan penurunan drastis. Saat ini, pembalap berusia 31 tahun tersebut mengantongi gaji sebesar £2,2 juta (sekitar Rp.53.1 miliar) per tahun bersama tim satelit Yamaha Pramac Racing di MotoGP.

​Jika ia sepakat turun kelas ke WSBK dengan gaji €1 juta, artinya Miller harus rela memotong pendapatannya hingga lebih dari 60%.

Di sisi lain, Miller dikenal sebagai figur yang vokal menyuarakan kesejahteraan pembalap. Pemenang empat seri Grand Prix ini bahkan menjadi salah satu sosok kunci yang mendorong regulasi gaji minimum bagi pembalap MotoGP.


Desain swingarm terbaru di Yamaha M1 2026, yang diperkenalkan saat GP Jerman 2026--Twitter Mat Oxley @matoxley

​Sebagai informasi, amandemen regulasi MotoGP untuk musim 2027 menetapkan gaji minimum pembalap kelas utama adalah sebesar €500.000 (Rp.10.3 miliar). Menariknya, angka minimum MotoGP ini justru merupakan batas atas (gaji tertinggi) bagi para pembalap papan atas di WSBK.

​Peluang Honda, BMW, dan Skenario Logis untuk Yamaha

​Meskipun Yamaha merupakan raksasa finansial di MotoGP, kebijakan anggaran mereka untuk divisi WorldSBK tentu berbeda. Mereka tidak akan semudah itu menggelontorkan dana besar untuk kejuaraan superbike massal tersebut.

Laporan dari Speedweek menambahkan bahwa hanya Honda dan BMW yang dinilai memiliki kapasitas finansial untuk memenuhi tuntutan gaji Miller. Namun, kedua pabrikan tersebut saat ini masih memilih wait and see memantau situasi.

BACA JUGA:Kilas Balik Sachsenring: Determinasi Berkelas Veda Ega Pratama Amankan P8 Moto3 Jerman

BACA JUGA:Sachsenring Menjadi Saksi: Jiwa Samurai Ai Ogura Teror Papan Atas MotoGP

​Meski negosiasi alot, merekrut Jack Miller sebenarnya bisa menjadi langkah taktis yang sangat menguntungkan bagi proyek global Yamaha:

  • ​Suksesor Ideal: Miller diproyeksikan bisa menggantikan posisi Xavi Vierge di tim Pata Yamaha Prometeon WSBK.
  • ​Aset Pengembangan M1: Pengalaman Miller sangat berharga. Ia dikenal sebagai pembalap penguji dan pengembang yang andal. Kehadirannya di ekosistem Yamaha bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mesin V4 terbaru Yamaha di MotoGP, serta transisi ke mesin regulasi baru 850cc pada 2027.

Kini, bola panas berada di tangan manajemen Yamaha Racing. Apakah mereka akan melunakkan sikap dan memenuhi tuntutan Miller, atau membiarkan sang pembalap lepas ke pabrikan rival? Kita tunggu saja.(*) 

Kategori :