"Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan sebuah gagasan. Dan kesetiaan terhadap gagasan itulah yang membawa kami ke titik ini," kata De la Fuente kepada AFP.
"Para pemain ini berhak atas segalanya," kata sang pelatih. "Hari demi hari mereka menunjukkan komitmen dan solidaritas. Juga kebaikan hati dan talenta. Mereka membuat segala yang sulit jadi tampak mudah," paparnya.
Kemenangan atas Prancis sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan di semua kompetisi. Catatan tersebut menyamai rekor tim nasional Eropa yang sebelumnya dipegang Italia pada periode 2018 hingga 2021.
Siap Hadapi Inggris atau Argentina di Final
Selebrasi Mikel Oyarzabal usai buka keunggulan bagi Spanyol atas Prancis dalam laga babak semifinal Piala Dunia 2026, Rabu 15 Juli 2026.-Jessica Tobias-AP
Perjalanan Spanyol menuju final tidak selalu berjalan mulus. La Roja sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde pada laga pembuka fase grup. Namun, performa mereka terus meningkat seiring berjalannya turnamen.
BACA JUGA:Profil Ivan Barton, Wasit Prancis vs Spanyol yang Bikin Kubu Les Bleus Happy
BACA JUGA:Prancis vs Spanyol di Semifinal, Deschamps dan De la Fuente Saling Lempar Pressure
Di fase gugur, Spanyol menyingkirkan Portugal, Belgia, dan Prancis, dengan hanya sekali kebobolan sepanjang perjalanan tersebut. Luis De la Fuente mengungkapkan peningkatan performa itu memang sudah menjadi bagian dari rencana tim.
"Kami tahu harus berkembang sedikit demi sedikit," katanya. "Tentu kami ingin memenangkan pertandingan pertama (lawan Cape Verde), tetapi semua ini adalah bagian dari proses," jelasnya.
"Kami memang menargetkan mencapai fase-fase penentuan turnamen dalam kondisi terbaik, dan sekarang kami berada di level permainan tertinggi," kata Luis De la Fuente.
BACA JUGA:Spanyol vs Belgia 2-1, La Furia Roja Comeback ke Semifinal Setelah 16 Tahun!
BACA JUGA:Spanyol Libas Austria 3-0, De La Fuente Minta La Roja Jangan Cepat Puas
Spanyol kini tinggal menunggu pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina. Jika menghadapi Argentina, final akan mempertemukan juara Eropa melawan juara bertahan dunia.
Sementara jika Inggris yang lolos, laga tersebut akan menjadi ulangan final Euro 2024. Meski demikian, De la Fuente menegaskan dirinya tidak memiliki preferensi mengenai calon lawan.
"Kami tidak memilih siapa yang akan menjadi lawan. Keduanya memiliki karakteristik berbeda,” ucap pelatih asal Spanyol itu.
"Saya memiliki hubungan baik dengan Lionel Scaloni sehingga akan menyenangkan jika bertemu Argentina. Namun, saya juga menyukai Inggris. Siapa pun lawannya, kami siap menyambut mereka," tutupnya. (*)