Cara Efektif Melindungi Anak dari Predator, Jangan Cuma Bilang Hati-Hati!

Selasa 21-07-2026,13:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Huruf C berarti Circle. Yaitu mengenalkan tiga hingga lima orang dewasa tepercaya. Mereka harus dapat dihubungi ketika anak membutuhkan bantuan. Seperti guru, bibi, paman, atau tetangga yang telah disepakati keluarga.

Huruf O berarti Ownership. Yakni mengajarkan bahwa tubuh anak adalah miliknya sendiri. Anak perlu memahami dan menjaga tubuh mereka. 

BACA JUGA:Fn, Penyintas Predator Anak: Saya Tahu Rasanya Menjadi Korban, Sakit...

BACA JUGA:Gelar Wicara Hari Anak Nasional: Minim Ruang Aman, Predikat Surabaya Kota Layak Anak Dipertanyakan

Tidak seorang pun boleh menyentuh bagian tubuh pribadi tanpa alasan medis yang jelas. Atau dengan pendampingan orang tua.

Mereka juga harus diberi keberanian untuk mengatakan "tidak". Bahkan kepada orang yang dikenal sekalipun.

Huruf D berarti Distress Word atau kata sandi keluarga. Setiap keluarga dianjurkan memiliki kata sandi rahasia. Itu hanya diketahui anggota keluarga.

Jika ada seseorang mengaku diutus orang tua untuk menjemput anak, anak dapat meminta orang tersebut menyebutkan kata sandi itu. Apabila tidak mampu menjawabnya, anak tidak boleh ikut.


Orang tua dan sekolah berperan penting dalam melindungi anak dari predator seksual.-Magnific-Pinterest

BACA JUGA:Perwalian Anak Dibuka Kejaksaan Tinggi Jawa Timur: 447 Anak Resmi Punya Wali, Surabaya ada 75

BACA JUGA:Meta Bantah Tuduhan Promosikan Iklan Eksploitasi Anak, Tegaskan Perangi Kejahatan Seksual di Platform

Sementara huruf E berarti Escape atau menyelamatkan diri. Anak harus diberi izin untuk berteriak, berlari, membuat keributan, atau mencari perhatian orang lain. 

Itu harus dilakukan apabila merasa terancam. Tindakan tersebut bukanlah sikap tidak sopan. Melainkan upaya melindungi diri.

Pendidikan keselamatan tidak cukup dilakukan melalui satu kali percakapan. Orang tua dianjurkan rutin melakukan simulasi sederhana di rumah. Sehingga anak terbiasa menghadapi berbagai kemungkinan.

Dengan latihan yang berulang, anak akan lebih mudah mengingat tindakan yang harus dilakukan. Terlebih ketika menghadapi situasi berbahaya.

BACA JUGA:Hari Keluarga Nasional dan Anak yang Kehilangan Tempat Pulang

Kategori :