HARIAN DISWAY – Ada satu kenyataan yang membuat banyak anak muda urung punya mobil: harganya lari lebih kencang dari gajinya. Riset Gaikindo bersama LPEM UI menunjukkan harga mobil naik lebih cepat daripada pendapatan rumah tangga, sehingga kesenjangannya makin lebar tiap tahun.
Di sisi lain, hidup dengan sepeda motor mulai terasa melelahkan. Survei terhadap 500 mahasiswa di Bandung menunjukkan kemandirian dan kenyamanan menjadi alasan utama ingin memiliki mobil karena faktor cuaca ekstrem, polusi, dan kelelahan di jalan. Mobil pun kini bergeser dari sekadar alat transportasi menjadi simbol kualitas hidup dan ekspresi diri.
Di titik inilah VinFast VF 3 hadir di pasar otomotif Indonesia. Mini SUV listrik ini merupakan yang termurah di Indonesia dengan harga yang sudah masuk kelas LCGC, bukan lagi EV yang umumnya dibanderol di atas Rp200 juta.
Biaya Kepemilikan Paling Terjangkau
VinFast menawarkan dua skema pembelian untuk konsumen Indonesia. Pertama, skema sewa baterai dengan harga Rp156 juta (atau Rp141 juta saat promo) dengan biaya langganan baterai mulai Rp253 ribu per bulan, setara dengan mobil bensin termurah di Indonesia. Kedua, skema battery included (termasuk baterai) sebesar Rp182 juta. Dibandingkan mini EV lain, VF 3 menawarkan pintu masuk paling terjangkau ke dunia mobil listrik.
Skema sewa baterai sekaligus menjawab kekhawatiran terbesar calon pengguna EV, yakni usia baterai. Selama berlangganan, VinFast akan mengganti baterai tanpa biaya apabila kesehatannya (State of Health) turun di bawah 70 persen. Mengingat harga baterai menurut Frost & Sullivan bisa mencapai sekitar 30-40 persen dari nilai kendaraan, risiko terbesar itu praktis dialihkan kepada pabrikan.
Kemudian, biaya kepemilikan atau Total Cost of Ownership (TCO) VinFast VF 3 juga menjadi yang paling terukur. Berdasarkan data Consumer Reports, harga beli cuma sebagian dari total biaya yang ditanggung pemilik mobil; sepanjang usia pakainya, biaya bahan bakar dan perawatan bisa melampaui harga beli awal.
BACA JUGA:First Drive VinFast VF MPV 7: Menakar Standar Baru Kenyamanan Mobil Listrik Keluarga
BACA JUGA:VinFast VF 3 Hadir di Indonesia: Pintu Masuk Mobil Listrik Paling Terjangkau bagi Anak Muda
Kalau dihitung lewat kalkulator TCO VinFast VF 3, penggunaan 2.000 km per bulan selama lima tahun dengan skema sewa baterai menghasilkan biaya sekitar Rp152,5 juta. Angka tersebut hampir separuh lebih rendah dibanding mobil bensin sekelas yang mencapai Rp303,9 juta, atau hemat Rp151,4 juta (50 persen). Dibanding mobil listrik lain pun tetap unggul, dengan selisih sekitar Rp79 juta (34 persen) dari rata-rata TCO kompetitor di kisaran Rp231,4 juta.
Keunggulan itu tidak hilang meski konsumen memilih skema membeli baterai secara penuh. Dalam skema ini, TCO lima tahun VF 3 berada di kisaran Rp193,5 juta, masih lebih rendah Rp110,4 juta (36 persen) dibanding mobil bensin dan sekitar Rp38 juta (16 persen) dibanding EV lain. Dengan kata lain, apa pun skema yang dipilih, VF 3 tetap menawarkan biaya kepemilikan paling kompetitif.
Sumber penghematan terbesar berasal dari biaya energi. Pengeluaran listrik VF 3 diperkirakan hanya sekitar Rp413 ribu per bulan, jauh di bawah mobil bensin sekelas yang membutuhkan sekitar Rp1,69 juta dan masih lebih rendah dibanding EV lain yang berada di kisaran Rp540 ribu. Jika dihitung per kilometer, biayanya hanya sekitar Rp206, dibanding Rp270 pada EV lain dan Rp845 pada mobil bensin.
Pengeluaran itu bahkan bisa ditekan lebih jauh berkat program gratis pengisian daya di jaringan V-Green hingga 31 Maret 2029 serta bebas biaya sewa baterai selama dua tahun pertama. Pada periode tersebut, biaya energi bulanan praktis mendekati nol, setara penghematan lebih dari Rp20 juta per tahun dibanding mobil bensin sekelas.
Keuntungan finansial itu dirasakan langsung oleh Ferdiana, pengguna VinFast VF 3 asal Bandung. Ia mengaku awalnya sudah menggunakan mobil listrik lain untuk kebutuhan keluarga, tetapi akhirnya membeli VF 3 sebagai kendaraan pribadi karena jauh lebih hemat dan harganya sangat kompetitif. Bahkan saat melakukan perjalanan Bandung-Semarang-Solo-Tawangmangu-Telaga Sarangan-Yogyakarta-Cilacap-Pangandaran-Bandung dengan VF 3, ia hampir tidak mengeluarkan biaya pengisian daya.
"Saya hanya sekali mengisi di SPKLU hotel sekitar Rp30 ribu karena sedang ingin bersantai. Selebihnya gratis memanfaatkan charging VinFast," ujarnya.
Hal serupa dirasakan Max Cullen, pengguna asal Surabaya. Ia merasa biaya charging VF 3 paling signifikan memangkas pengeluaran operasional harian.