Kemampuan Jon Snow bekerja dalam area yang memancar langsung dari posisinya. Sedangkan Tywin Lannister dapat menentukan sendiri lokasi efek tersebut di sekitar dirinya.
Dengan mekanisme itu, Tywin memiliki jangkauan yang lebih fleksibel. Juga area pengaruh yang disebut sekitar 50 persen lebih luas dibandingkan kemampuan Jon Snow.
BACA JUGA:House of Dragon, Prequel Terbaru Game of Thrones Mulai Syuting Perdana
Hingga kini, PlaySide belum mengungkap seluruh detail statistik maupun efek dari kedua kemampuan tersebut.
War for Westeros menghadirkan empat faksi utama yang dapat dimainkan: House Stark, House Lannister, House Targaryen, serta pasukan White Walker yang dipimpin Night King.
Berdasarkan materi promosi yang telah diperlihatkan, game itu menitikberatkan pada pergerakan pasukan yang responsif.
Adegan pertempuran dalam Game of Thrones War for Westeros. Game tersebut batal rilis tahun ini dan akan dirilis pada 2027.-Playside Studios/Warner Bros. Games-Gamerant
Serta strategi berbasis sistem rock-paper-scissors. Sehingga setiap jenis unit memiliki keunggulan dan kelemahan terhadap unit lain.
BACA JUGA:Spin-Off Game of Thrones: Awal Runtuhnya Dinasti Targaryen
BACA JUGA:Dragon Ball Xenoverse 3 Siapkan Demo Perdana di Gamescom 2026 Mulai 26 Agustus
Sebagai contoh, pasukan kavaleri efektif membubarkan pemanah. Sedangkan kelompok infanteri menjadi sasaran empuk bagi para raksasa. Mereka mampu melempar banyak musuh sekaligus.
PlaySide juga memperkenalkan peta Ashemark, arena pertempuran satu lawan satu yang memiliki dua jalur utama.
Peta tersebut dirancang untuk mengedepankan strategi bertahan, manuver dari sisi sayap, serta perebutan wilayah.
Dengan tambahan waktu pengembangan hingga awal 2027, PlaySide berharap dapat menghadirkan pengalaman strategi yang lebih matang.
BACA JUGA:Marvel's Wolverine Rilis Trailer Sinematik Baru, Siap Meluncur Eksklusif di PS5 September 2026