HARIAN DISWAY - Banyak orang mengira udara di dalam rumah selalu lebih bersih dibandingkan udara di luar. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar.
Debu, asap dari dapur, sisa cat tembok, furnitur baru, hingga berbagai produk pembersih dapat melepaskan zat kimia yang menurunkan kualitas udara di dalam ruangan.
Senyawa seperti formaldehida, benzena, trikloroetilen, xilena, hingga amonia. Itu dapat berasal dari cat, karpet, furnitur berbahan kayu olahan, kompor gas, maupun pengharum ruangan.
Jika terpapar terus-menerus, zat-zat tersebut berpotensi memicu sakit kepala, iritasi, hingga gangguan pernapasan.
BACA JUGA:5 Tanaman Herbal Rumahan yang Mudah Dirawat dan Bermanfaat bagi Kesehatan
BACA JUGA:Daftar 10 Tanaman Pagar Hidup yang Cantik, Rindang, dan Mudah Dirawat
Salah satu cara sederhana untuk membantu memperbaiki kualitas udara adalah menghadirkan tanaman indoor di dalam rumah.
Selain mempercantik ruangan, sejumlah tanaman juga dikenal mampu membantu menyerap berbagai polutan. Pun, menghasilkan oksigen.
Berikut 10 tanaman yang bisa menjadi pilihan.
1. Lidah Mertua
Tanaman Lidah Mertua Mudah Dirawat dengan Memetik Daun yang Layu -Dương Nhân-Pexels
Lidah mertua mampu membantu menyerap formaldehida, benzena, dan trikloroetilen. Tanaman itu tetap menghasilkan oksigen pada malam hari.
BACA JUGA:Rekomendasi Tanaman Indoor Bergaya Japandi Industrial, Bikin Ruang Sejuk Tanpa AC
BACA JUGA:7 Tanaman Buah dalam Pot yang Cepat Berbuah dan Cocok untuk Lahan Sempit
Sehingga cocok ditempatkan di kamar tidur. Perawatannya mudah. Karena cukup disiram saat media tanam benar-benar kering.
2. Spider Plant (Lili Paris)
Tanaman Menjalar ke Bawah yang Dijuluki Spider Plant-Julia Filirovska-Pexels
Spider plant dikenal efektif membantu menyerap karbon monoksida dan formaldehida. Tanaman itu cocok diletakkan di dekat dapur.
Tanaman itu menyukai cahaya terang tidak langsung. Serta mudah diperbanyak melalui tunas-tunas kecilnya.
3. Peace Lily
Tanaman Peace Lily --Pinterest
Peace lily tidak hanya memiliki bunga putih yang menarik. Tetapi juga mampu membantu menyerap amonia, benzena, dan formaldehida. Tanaman itu menyukai lingkungan yang lembap sehingga cocok ditempatkan di kamar mandi.
BACA JUGA:Jangan Dibuang! Air Cucian Beras Ternyata Bisa Menyuburkan Tanaman
BACA JUGA:4 Tanaman Hias Penyerap Debu yang Cocok untuk Ruang Tamu
4. Lidah Buaya
Tanaman Lidah Buaya Selain Menjadi Pelebat Rambut dan Merawat Luka Juga Bisa Dijadikan Tanaman Hias Indoor--Pinterest
Selain dikenal sebagai tanaman obat, lidah buaya juga dapat membantu menyerap formaldehida dan benzena.
Tanaman itu membutuhkan sinar matahari yang cukup. Dengan penyiraman secukupnya setelah media tanam mengering.
5. Paku Boston
Tanaman Paku Boston Bisa Dirawat Indoor Maupun Outdoor--Pinterest
Paku Boston merupakan salah satu tanaman yang dikenal efektif membantu menyerap formaldehida. Sekaligus menjaga kelembapan udara. Tanaman itu cocok ditempatkan di ruangan ber-AC.
6. Karet Kebo
Tanaman Karet Kebo--Pinterest
Daun yang lebar membuat tanaman karet kebo mampu membantu menyerap formaldehida dan karbon monoksida.
BACA JUGA:5 Tanaman Hias Paling Praktis dengan Perawatan Sederhana
BACA JUGA:Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Dapur, Solusi Murah untuk Tanaman Hias Subur
Tanaman itu cocok ditempatkan di dekat furnitur baru. Terutama yang masih mengeluarkan aroma bahan kimia.
7. Palem Kuning
Tanaman Palem Kuning--Pinterest
Palem kuning membantu meningkatkan kelembapan udara. Juga mampu menyerap xilena serta toluena yang banyak ditemukan pada lem maupun cat.
8. English Ivy
Tanaman Rambat English Ivy--Pinterest
Tanaman merambat itu dikenal mampu membantu menyaring spora jamur di udara. Serta menyerap formaldehida dan benzena. Sangat cocok digantung di area yang lembap.
9. Palem Bambu
Tanaman Hias Palem Bambu--Pinterest
Selain membantu menyaring formaldehida dan benzena, palem bambu juga dikenal aman dipelihara di rumah. Aman juga untuk hewan peliharaan.
BACA JUGA:7 Tanaman yang Cocok ditanam dengan Teknik Hidroponik
BACA JUGA:5 Pilihan Menata Letak Pot Tanaman Dinding Ruangan
10. Krisan
Bunga Krisan Kuning --Pixabay
Krisan mampu membantu menyerap amonia, benzena, formaldehida, dan xilena. Agar tetap berbunga, tanaman itu membutuhkan sinar matahari langsung dan media tanam yang lembap.
Agar hasilnya lebih optimal, satu tanaman dapat ditempatkan untuk ruangan seluas sekitar 9 meter persegi.
Mengombinasikan beberapa jenis tanaman juga lebih disarankan. Karena masing-masing memiliki kemampuan menyerap polutan yang berbeda.
Letakkan tanaman di ruangan yang paling sering digunakan. Seperti kamar tidur, ruang tamu, atau ruang kerja.
BACA JUGA:5 Tanaman Favorit Aquascape untuk Pemula
BACA JUGA:7 Cara Merawat Tanaman Aquascape Agar Tetap Sehat dan Indah
Tanaman yang sehat dan dirawat dengan baik akan bekerja lebih optimal dibandingkan tanaman yang dibiarkan layu.
Tidak perlu langsung membeli semua jenis tanaman sekaligus. Mulailah dengan dua atau tiga tanaman yang sesuai dengan kondisi rumah.
Lalu tambahkan koleksi secara bertahap. Sesuai kebutuhan dan kemampuan merawatnya.
Dengan langkah sederhana tersebut, rumah tidak hanya terlihat lebih asri, tetapi juga terasa lebih nyaman untuk dihuni. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)