JAKARTA, HARIAN DISWAY – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan program sterilisasi pelabuhan secara penuh di enam pelabuhan utama di Indonesia mulai Rabu, 5 Agustus 2026. Program tersebut berlaku serentak di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar.
Penerapan itu merupakan bagian transformasi layanan penyeberangan nasional yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan ketertiban operasional.
Sebelum penerapan, ASDP melakukan soft launching pada 20 Juli 2026. Selama masa transisi, ASDP bersama regulator dan berbagai pemangku kepentingan melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi kepada pengguna jasa, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan sterilisasi pelabuhan bukan hanya sebatas penataan kawasan. Tetapi perubahan budaya operasional yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
BACA JUGA:ASDP Naikkan Standar Keselamatan, Berlakukan Sterilisasi Penuh di 6 Pelabuhan Ini!
Sterilisasi diyakini akan meningkatkan layanan penyeberangan di pelabuhan-ASDP-
Menurutnya, pelabuhan yang tertib akan menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, bisa meningkatkan keandalan operasional penyeberangan.
Pada hari pertama implementasi, pengaturan akses di kawasan pelabuhan berlangsung sesuai rencana. ASDP menerapkan sistem pengendalian yang lebih ketat dengan dukungan teknologi digital, penataan aktivitas di area operasional, serta pengawasan bersama regulator dan instansi terkait.
Di Pelabuhan Merak, sterilisasi diwujudkan melalui penataan kawasan operasional, pendataan ulang seluruh pihak yang beraktivitas, penertiban pedagang dengan identitas resmi, hingga penguatan sistem pengawasan. Selain itu, penerapan One Gate System (OGS) dan Automatic Gate System dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan.
ASDP mencatat waktu pelayanan kendaraan angkutan barang bisa lebih cepat. Sebelumnya berkisar 10 hingga 15 menit, kini hanya satu hingga dua menit.
BACA JUGA:ASDP Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 20 Nelayan Padang, Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata
Di Pelabuhan Bakauheni, pembenahan dilakukan melalui penataan jalur kendaraan serta pembangunan kantong parkir roda dua. Kemudian, penyempurnaan rambu lalu lintas, serta optimalisasi sistem pengendalian akses menuju area pelabuhan.
Pada lintasan Ketapang-Gilimanuk, fokus implementasi diarahkan pada peningkatan kepatuhan operasional. Yakni, melalui sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), patroli gabungan, serta penerapan sistem zonasi.
Kemudian, di Pelabuhan Kayangan dan Lembar, penguatan sistem dilakukan melalui penggunaan teknologi Face Recognition untuk pengendalian akses, penyematan APD secara simbolis kepada perwakilan stakeholder, serta peninjauan langsung kawasan steril.