Menariknya, direktur olahraga Atalanta saat ini adalah Cristiano Giuntoli. Sosok yang sebelumnya membawa Koopmeiners ke Turin.
Selain mengurangi beban nilai aset, kepindahan Koopmeiners juga akan membantu Juventus menekan pengeluaran gaji.
BACA JUGA:Spalletti Sebut Kolo Muani dan Alajbegovic Bawa Semangat Baru untuk Juventus
BACA JUGA:PSG Dikabarkan Beli Zion Suzuki lalu Dipinjamkan ke Juventus
Saat ini, biaya yang harus dikeluarkan Juventus untuk Koopmeiners, termasuk amortisasi nilai transfer dan gaji, mencapai sekitar 16 juta euro. Atau sekitar Rp302,4 miliar per tahun.
Franck Kessie saat berseragam AC Milan. Ia kini sedang dibidik Juventus.-@franckkessie-Instagram
Sebaliknya, Franck Kessie disebut tersedia dengan status bebas transfer. Sehingga Juventus hanya perlu menanggung biaya gaji.
Laporan tersebut memperkirakan total beban tahunan Kessie berada di bawah 10 juta euro. Atau sekitar Rp189 miliar. Jauh lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk Koopmeiners.
Perbedaan itu jadi alasan utama Juventus mempertimbangkan perubahan komposisi lini tengah. Spalletti disebut telah lama menginginkan kehadiran Kessie. Karena dinilai memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan tim.
BACA JUGA:Xabi Alonso Pastikan Mudryk Tampil Lawan Juventus di Laga Pramusim Malam Ini
BACA JUGA:Juventus Pinjamkan Vasilije Adzic ke Sassuolo, Tetap Miliki Opsi Beli Kembali
Dengan demikian, melepas Koopmeiners, meski hanya melalui skema pinjaman, dapat menjadi langkah penting.
Cara itu dapat membuka ruang finansial. Sekaligus mempercepat proses negosiasi dengan mantan gelandang AC Milan tersebut.
Hingga kini belum ada kesepakatan resmi mengenai masa depan Koopmeiners. Juga terkait kedatangan Kessie.
Namun, perkembangan tersebut menandakan Juventus masih terus melakukan penyesuaian skuad. Demi membangun lini tengah yang lebih kompetitif. Sebagai persiapan menghadapi musim 2026/2027. (*)