HARIAN DISWAY - Fast charging kini menjadi fitur andalan hampir semua smartphone modern. Mulai dari iPhone hingga berbagai merek Android.
Teknologi itu memungkinkan pengguna mengisi daya baterai dalam hitungan menit. Jauh lebih cepat dibanding charger konvensional.
Namun di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan yang terus berulang: apakah fast charging benar-benar aman untuk kesehatan baterai jangka panjang?
Sejumlah studi dan pengujian independen, termasuk eksperimen dua tahun yang melibatkan puluhan ponsel oleh kanal YouTube HTX Studio, mencoba menjawab kekhawatiran tersebut.
Didasarkan fakta ilmiah. Hasilnya cukup melegakan. Terutama bagi pengguna yang mengandalkan fast charging setiap hari.
BACA JUGA:Stop Lakukan Kebiasaan Buruk Ini yang Bikin Baterai Handphone Cepat Rusak dan Boros
BACA JUGA:Ini Bahaya Charger yang Selalu Tertancap
Secara umum, fast charging aman digunakan. Selama mengikuti standar resmi. Seperti USB Power Delivery (PD) atau Quick Charge, dan menggunakan charger bersertifikasi.
Risiko justru muncul bukan dari kecepatan pengisian itu sendiri. Melainkan dari penggunaan charger dan kabel murah tanpa sertifikasi resmi.
Cara Kerja Fast Charging
HP yang Tercolok Semalaman Tanpa Ada Fitur Pemutusan Aliran Listrik Otomatis Akan Mengurangi Daya Tahan Charger-Lum3n-Pexels
Fast charging bekerja dengan mengalirkan daya listrik lebih besar ke baterai dibanding charger biasa. Prosesnya terbagi menjadi dua fase utama. Proses itu menjaga baterai agar tidak mengalami tekanan berlebih.
Fase pertama mengalirkan daya besar saat baterai masih rendah untuk mempercepat pengisian. Fase kedua kemudian memperlambat aliran daya secara bertahap.
BACA JUGA:Data Seluler vs WiFi, Pilihan Koneksi Internet Memengaruhi Daya Tahan Baterai Smartphone
BACA JUGA:7 Kebiasaan Buruk saat Mengisi Daya HP yang Harus Dihindari Mulai Sekarang
Hingga baterai mencapai 100 persen. Hal itu justru membantu mencegah panas berlebih. Juga tekanan jangka panjang pada baterai.