Dari sisi fungsi dasar, Gemini tetap mempertahankan sebagian besar kemampuan yang sebelumnya dimiliki Google Assistant.
Pengguna masih dapat mengatur alarm, mengajukan pertanyaan, mengendalikan perangkat rumah pintar, memutar musik, hingga mengakses berbagai fungsi langsung dari layar kunci. Namun, Gemini membawa kemampuan yang lebih luas. Itu berkat teknologi generative AI.
BACA JUGA:Gemini Spark Hadir di macOS Beta, AI Google Kini Bisa Otomatiskan Pekerjaan di Mac
BACA JUGA:Google Gemini 3.5 Live Translate Hadir, Terjemahkan Suara Real Time dalam 70 Bahasa
Selain menjalankan perintah suara, Gemini mampu memahami konteks percakapan dengan lebih baik, membantu menyusun tulisan, merencanakan aktivitas, hingga mendukung berbagai pekerjaan produktivitas lainnya.
Dengan demikian, Gemini tidak hanya berfungsi sebagai asisten suara. Tetapi juga menjadi mitra berbasis AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Google Assistant pertama kali diperkenalkan pada 2016. Sejak itu menjadi bagian penting dari berbagai perangkat Google. Mulai dari smartphone, speaker pintar, televisi, hingga sistem hiburan di mobil.
Google sebenarnya telah mengumumkan rencana penghentian Google Assistant sejak Maret 2025. Saat itu perusahaan menargetkan proses transisi ke Gemini selesai pada Maret 2026.
Google umumkan perilisan Gemini untuk mobil demi meningkatkan pengalaman berkendara.--techcrunch.com
BACA JUGA:MediaTek Dimensity 8550 Resmi Meluncur, Bawa Dukungan Gemini Nano V3 dan AI Lebih Canggih
BACA JUGA:Gemini Live Android Kini Dukung Spotify hingga YouTube Music, Connected Apps Makin Lengkap
Meski jadwal tersebut mengalami penyesuaian, Google terus mengembangkan Gemini. Dengan menghadirkan berbagai fitur AI baru hampir setiap bulan.
Kini, proses migrasi tersebut memasuki tahap akhir. Setelah seluruh peluncuran selesai, Gemini akan menjadi pusat kecerdasan buatan utama. Dapat digunakan di seluruh perangkat Android yang didukung.
Perubahan itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Google Assistant. Asisten yang telah bekerja selama satu dekade.
Google Assistant pun menjadi salah satu layanan asisten digital paling populer di dunia. Sekaligus membuka era baru penggunaan AI generatif dalam ekosistem Android. (*)