Raul Fernandez Juara MotoGP Inggris, Ini Rahasia Transformasi ala Justin Marks

Selasa 11-08-2026,10:36 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Retna Christa

HARIAN DISWAY - Raul Fernandez mencatat prestasi spektakuler di Sirkuit Silverstone. Untuk kali pertama dalam kariernya, pembalap Trackhouse Aprilia itu menjadi juara seri dalam MotoGP Inggris, yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2026.

Padahal, di balik kilau trofi GP Inggris dan gemuruh podium MotoGP 2026, tersembunyi drama ketidakpastian yang nyaris mematahkan karir pembalap asal Spanyol tersebut.

Ya, hanya beberapa minggu sebelum meraih kemenangan gemilang tersebut, masa depan Raul Fernandez sempat berada di ujung tanduk. Rekan setimnya, Ai Ogura, lebih dulu menyegel masa depan setelah meneken kontrak dengan Yamaha beberapa bulan.

Keputusan Ogura untuk hengkang menjadi kejutan bagi pemilik Trackhouse, Justin Marks. Meski demikian, tim sempat membiarkan nasib Raul Fernandez menggantung selagi terus memantau perkembangan performa pembalap 25 tahun tersebut.

BACA JUGA:Tolak Rayuan Rival, Raul Fernandez Setia di Trackhouse

BACA JUGA:TrackHouse Pagari Raul Fernandez hingga MotoGP 2028

​"Kami tidak menyangka Ai akan mengambil keputusan seperti itu saat itu. Jadi, kami mulai memikirkan bagaimana masa depan tim di sisi pit ini," ungkap Justin Marks, dalam wawancara dengan MotoGP.


Selebrasi Raul Fernandez, saat melintasi jalur pit lane menuju podium Grand Prix MotoGP Silverstone 2026--Twitter Michelin Motorsport @Michelin_Sport

​"Pada saat yang sama, Raul bertanya, 'Hei, di mana kontrakku?' Ia benar-benar harus ekstra sabar," lanjutnya.

Marks tidak menampik adanya periode ketidakpastian bagi Fernandez. Namun, ia mengaku sangat terkesan karena situasi tersebut sama sekali tidak memengaruhi performa sang pembalap di lintasan.

​"Ada periode ketika Raul tidak yakin dengan masa depannya. Namun, terlepas dari ketidakpastian itu, dia tetap memberikan hasil yang solid," kata Marks.

BACA JUGA:Hasil Sprint Race MotoGP Inggris 2026, Jorge Martin Pimpin Sapu Bersih Aprilia

BACA JUGA:Jorge Martin Amankan Pole Position GP Inggris 2026, Pertajam Rekor Silverstone

"Setelah itu, kami langsung menandatangani kontrak multi-tahun. Kami menunjukkan dukungan penuh, dan ia terus menjawabnya dengan performa memuaskan," papar mantan pembalap NASCAR tersebut.

​Perjalanan Fernandez di kelas utama MotoGP memang tidak pernah mudah. Setelah bersinar di Moto2, ia sempat kesulitan mengunci potensi terbaiknya secara konsisten di tingkat teratas. Marks menilainya sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.


Dari Kiri; Jorge Martin, Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi. Top-3 GP Silverstone 2026--Twitter Michelin Motorsport @Michelin_Sport

"Saat masih memegang kontrak Moto2, ia bisa menang dengan mudah. Namun ketika naik ke kelas ini, selama beberapa tahun muncul pertanyaan: apakah ia bisa berhasil?," kata Marks.

"Ini hanya soal kecepatan adaptasi yang berbeda. Kupikur selama ini ia hanya sedang menunggu Trackhouse," lanjutnya dengan nada bercanda.

BACA JUGA:Hasil Sprint Race MotoGP Belanda 2026: Raul Fernandez Juara, Trackhouse Catat Sejarah

BACA JUGA:MotoGP Italia 2026: Raul Fernandez Juara Sprint Race Setelah Dobrak Logika Michelin

Faktor Psikologis dan Dukungan Tim

​Menurut Marks, kunci utama perkembangan Fernandez adalah rasa percaya di dalam tim. Marks juga memanfaatkan pengalamannya sebagai pembalap profesional selama dua dekade untuk memahami beban psikologis anak asuhnya.

​"Aku tahu apa yang dialami para pembalap muda ini. Aku tahu rasanya kalah, mengalami kecelakaan, dan tidak meraih hasil yang diinginkan dalam kurun waktu lama," tuturnya. "Sebagian besar masalahnya ada pada aspek psikologis," imbuh dia. 

​Pendekatan itulah yang diterapkan Marks dalam dua tahun terakhir untuk mendukung Fernandez. Ia sering mengajaknya ngobrol dari hati ke hati. Tidak berkaitan dengan balapan, tapi lebih ke pribadi.

"Komunikasiku dengan Raul sangat berfokus pada dukungan: 'Apa yang kamu butuhkan? Apa yang bisa membantumu?', ketika ia kesulitan," jelas Justin Marks.

BACA JUGA:Marc Marquez Finis Ketujuh di GP Inggris 2026, Apa yang Salah?

BACA JUGA:Hasil Latihan MotoGP Inggris 2026, Marco Bezzecchi Lompati Rasa Sakit Demi Rekor


Raul Fernandez (25), saat beraksi di balapan utama MotoGP Belanda 2026--Twitter tmcblog @motoupdate

"Intinya adalah menunjukkan kepadanya: 'Jangan khawatir, ini bukan masalah besar. Kita membuat kesalahan, kita terjatuh, terkadang performa tidak sesuai harapan, tapi kita pasti bisa melewatinya'," jelasnya. 

​Dukungan emosional itu membuat Fernandez lebih tenang dan fokus pada pekerjaannya. Sejak itu, Raul Fernandez mulai menjadi langganan bersaing di tiga besar. Bahkan memenangkan Sprint Race dua kali. Dan yang terbaru, menjadi juara balapan utama.

"Ia mulai merasa bahwa tim ini peduli dan berinvestasi untuk masa depannya, serta percaya dia bisa meraih hal-hal besar," jelas Marks.

"Hal itu memungkinkan Raul untuk lebih sabar, berkonsentrasi penuh pada pekerjaan, dan berkembang langkah demi langkah," lanjut pria 46 tahun tersebut.

BACA JUGA:Moto3 Silverstone 2026: Veda Ega Pratama Usung Misi Balas Dendam di GP Inggris

BACA JUGA:Kutukan Silverstone Berlanjut? MotoGP Inggris Bersiap Lahirkan Juara Ke-8 Berbeda!

Merayakan Keberhasilan Bersama

​Bagi Justin Marks, momen merayakan kemenangan bersama seluruh anggota tim di GP Inggris 2026 terasa jauh lebih berharga daripada sekadar hasil di atas kertas.

"Bagian terbaiknya adalah bisa merayakan bersama seluruh tim dan memberi tahu betapa bangganya kami kepada mereka. Olahraga ini adalah tentang manusia, orang-orang yang bekerja keras dan membentuk satu kesatuan tim yang utuh," papar Marks.

Marks memandang peran utamanya sebagai pemilik tim adalah menciptakan ekosistem terbaik demi meraih kesuksesan.

"Tugas saya adalah mendukung, membantu, membangun, dan menyediakan semua yang mereka butuhkan. Berada di sini dan merayakannya bersama adalah hal yang sangat istimewa," tuturnya. 

​Kemenangan di GP Silverstone tidak hanya mengamankan posisi Fernandez di peringkat keenam klasemen sementara pembalap. Tapi juga mengukuhkan statusnya sebagai "kuda hitam" perusak dominasi calon juara dunia MotoGP 2026. (*)

Kategori :