Al-Qur’an dan Miras, Ironi Bangsa Religius

Sabtu 15-08-2026,05:33 WIB
Reporter : Dhimam Abror Djuraid
Editor : Yusuf Ridho

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam survei prevalensi pada 2023 memperkirakan, penyalahgunaan narkoba mencapai 1,73 persen atau sekitar 3,3 juta orang. Di antara jumlah itu, remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan.

BACA JUGA:Video Mira Ulfa Tuai Kontroversi Netizen, Bacakan Al-Qur'an Dengan Diiringi Musik

BACA JUGA:Viral Membaca Al-Qur'an Dengan Musik, Ini Hukumnya Menurut Pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari

Tentu data tersebut tidak menjadi alasan untuk melakukan generalisasi. Data itu menunjukkan risiko, bukan gambaran keseluruhan generasi. Data tersebut menjadi tantangan karena menunjukkan adanya gap antara kesalehan simbolis dan akhlak kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan kontroversial pernah diungkapkan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Prof Arief Hidayat. Dalam setiap konferensi internasional mengenai korupsi, ia sering membandingkan data Indonesia dengan negara-negara lain. 

Ia bertanya-tanya, mengapa Indonesia yang sangat religius masih menghadapi persoalan korupsi yang serius, sedangkan sejumlah negara yang masyarakatnya relatif sekuler atau kurang religius justru memiliki pemerintahan yang lebih bersih. 

Pertanyaan itu harus dipahami sebagai kritik atau gugatan mengenai hubungan agama dan moralitas, bukan sebagai bukti bahwa ateisme menyebabkan kejujuran. 

Indeks Transparency International 2025 memberi Indonesia skor 34 dan peringkat ke-109 dari 182 negara. Thailand memperoleh 33 dan Filipina 32. Artinya, masalah korupsi bukan monopoli bangsa muslim. Negara dengan mayoritas Buddha seperti Thailand maupun negara dengan mayoritas Katolik seperti Filipina juga menghadapi persoalan korupsi yang pelik.

Agama bukan jaminan otomatis bagi integritas. Demikian pula, ketiadaan agama bukan jaminan otomatis bagi moralitas. Yang menentukan adalah apakah nilai yang diyakini bisa diterjemahkan menjadi kejujuran, tanggung jawab, empati, dan penghormatan terhadap hak orang lain.

Itulah wajah Indonesia. Religius, tetapi belum tentu berintegritas. Sangat dermawan, tetapi masih banyak korupsi. Masjid ramai, tetapi ruang publik sering kehilangan kepekaan. Anak muda mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi sebagian juga berhadapan dengan alkohol, narkoba, dan perilaku seksual berisiko. 

Itulah Indonesia! (*)

Kategori :