Manggarai menjadi salah satu daerah dengan kerusakan paling banyak. Di wilayah tersebut, 29 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan sembilan lainnya mengalami kerusakan ringan. Lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga terdampak.
Di Manggarai Timur, sebanyak 23 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Sedangkan di Nagekeo terdapat dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan.
Sekitar 2.000 warga memilih mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan dan menerima peringatan tsunami. BNPB juga mencatat sekitar lima kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut.
BACA JUGA:Korban Gempa Kolombia Capai 265 Orang, Tim Penyelamat Masuki Fase Akhir Pencarian
BACA JUGA:Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 132 Orang Tewas dan 570 Terluka
Penanganan masih dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Tim di lapangan melakukan pendataan korban, pemeriksaan kerusakan, serta pemantauan kebutuhan masyarakat.
Untuk Manggarai, sejumlah kebutuhan darurat telah dipetakan, mulai dari tenda pengungsian, beras, obat-obatan, perlengkapan tidur, peralatan dapur, hingga sarana penerangan dan komunikasi.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak karena masih ada kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Masyarakat di kawasan pesisir diminta tetap mengikuti perkembangan dari pemerintah daerah dan BMKG. Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan selama proses penanganan dan pendataan dampak gempa berlangsung.(*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema.