Penurunan volume penumpang juga terjadi, sementara penundaan keberangkatan berdampak pada antrean kendaraan di sejumlah titik. Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi sekaligus mobilisasi yang cepat.
“ASDP mendukung dari sisi konektivitas dan fasilitas penyeberangan agar bantuan dari berbagai pihak dapat segera menjangkau masyarakat di wilayah terdampak,” jelas Windy.
BACA JUGA:ASDP Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 20 Nelayan Padang, Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata
Dukungan mobilisasi bantuan berlanjut pada Senin, 17 Agustus 2026. Bantuan logistik tambahan direncanakan diberangkatkan menggunakan KMP Lakaan dari Kupang menuju Ende.
ASDP memastikan armada, pelabuhan, dan sumber daya tetap siap mendukung penanganan bencana serta mempercepat pemulihan masyarakat NTT. Dalam situasi darurat, konektivitas penyeberangan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga jalur penting untuk mempercepat bantuan menembus batas antarpulau. (*)