HARIAN DISWAY - Peribahasa "sedia payung sebelum hujan", yang dalam Bahasa Mandarin disebut "未雨绸缪" (wèi yǔ chóu móu), menjadi pepatah yang sangat menginspirasi Leon Reichert.
"Sebagai penasihat investasi, saya selalu mengingatkan klien untuk bersiap sebelum keadaan sulit datang. Bukan karena takut, tetapi karena orang yang bijak melindungi diri lebih awal," kata investment advisor (CFA, CWMA) di sebuah bank di Swiss, Zürich, tersebut.
Dalam pandangan Leon, mengelola keuangan bukan semata soal mengejar keuntungan, tetapi juga tentang mengantisipasi ketidakpastian dan memastikan bahwa seseorang tetap memiliki pijakan ketika keadaan berubah.
Makanya, "Keseharian saya berkutat pada pengelolaan keuangan: memantau pasar, merancang strategi jangka panjang, dan membantu klien mempersiapkan masa depan mereka dengan tenang," ujarnya.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Pendiri SyaREA World Syamsul Safin: Cheng Ren Zhi Mei
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Owner Hasby Garment H Thohir Fauzi: Chi Kui Shi Fu
Menariknya, prinsip yang sama juga ia terapkan di luar pekerjaannya. Di waktu luang, Leon belajar Bahasa Indonesia dan menulis tentang perbedaan cara hidup Swiss yang tertata dengan Indonesia yang menurutnya penuh semangat.
Ia pun menyadari bahwa kemampuan berbahasa tidak bisa dibangun secara instan. Karenanya, "Saya 'menyiapkan payung' saya sendiri dengan berlatih setiap hari, supaya ketika 'hujan' berupa kesempatan datang nanti, saya sudah siap menangkapnya," papar Leon.
Tak heran bila Leon bisa beberapa bahasa. Selain Bahasa Indonesia yang kini tengah ditekuninya, ia juga fasih berbahasa Jerman, Inggris, Prancis, dan Mandarin --yang ia pelajari di Shanghai dan Zhejiang. (*)