Open House Wisma Jerman, Bastelecke Dorong Anak-Anak Kurangi Screen Time

Minggu 23-08-2026,12:53 WIB
Reporter : Ihsania Rahma
Editor : Indria Pramuhapsari

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Open House Wisma Jerman yang mengusung tema Jerman Banget-Entdecken, Fühlen, Verbinden juga merangkul anak-anak. Ada sesi khusus untuk mereka dalam acara yang berlangsung Sabtu, 22 Agustus 2026, itu. Namanya, Bastelecke.

Dalam Bahasa Jerman, Bastelecke berarti sudut kerajinan tangan. Di sana, anak-anak diajak berkreasi dan sibuk mengasak keterampilan tangan mereka.

Ada aktivitas menggunting, mewarnai, dan menempel. Kesibukan itu menjadi cara paling tepat untuk mengalihkan perhatian mereka dari gawai. 

Dini Karissa Putri, salah seorang panitia Bastelecke, mengatakan bahwa sudut kerajinan tangan memang lahir dari keprihatinan tersebut. Anak-anak zaman sekarang sudah terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar.

BACA JUGA:Gado-Gado Bahasa di Wisma Jerman, Ajang Multilingual Menyatukan Beragam Kultur

BACA JUGA:Wisma Jerman Gelar East Side Gallery Meets Surabaya: Pameran Seni Terinspirasi Mural di Tembok Berlin

 
KREATIVITAS anak-anak dalam sesi Bastelecke menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian Open House Wisma Jerman pada Sabtu, 22 Agustus 2026. -Ihsania Rahma-Harian Disway

"Yang kita tahu, anak-anak Indonesia tuh kebanyakan screen time. Jadi, dengan adanya ini kita berharap anak-anak bisa mengurangi screen time dan bisa berbaur dengan yang lain," terang Dini.

Dalam Bastelecke kali ini, anak-anak disodori tiga pilihan prakarya. Ketiganya adalah pohon musim gugur, bentuk hati dengan cap tangan, dan kupu-kupu.

Bentuk hati dengan cap tangan, menurut Dini, bermakna sebagai hadiah untuk ibu. Cap tangan yang ditempatkan di atas bentuk hati melambangkan kasih sayang anak kepada ibunya.

Dia berharap, Bastelecke dapat membantu anak mengembangkan kreativitas sejak usia dini. Anak-anak juga mendapat kesempatan langsung untuk mencoba sesuatu yang baru melalui kegiatan sederhana.

 BACA JUGA:Mike Neuber Luruskan Sejarah Wisma Jerman Surabaya: Bukan Kantor Kedutaan atau Penginapan

BACA JUGA:Wieder Vor Ort Erleben, Open House Wisma Jerman Perdana di Masa Pandemi

Tak hanya anak-anak, ternyata para orang tua juga antusias mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya, Yunan Fathurrahman. Bastelecke memungkinkan ia dan sang buah hati beraktivitas bersama. 

Yunan mengatakan anaknya memang menyukai aktivitas menggambar, mewarnai, dan prakarya. Karena itu, ia tertarik mengajak anaknya mengikuti kegiatan tersebut.

Kategori :