Carut Marut SPMB Jalur Mandiri: Fenomena Gunung Es Unsoed

Minggu 23-08-2026,14:11 WIB
Oleh: Ramansyah Hidayat*

1. Audit Forensik Dana & Penerimaan Mandiri  

Bentuk Tim Independen Kemendikbud + KPK + BPK. Audit 20 PTN BH dengan dana mandiri terbesar. Cek: uang masuk kemana, kuota dipakai berapa, siapa yang lulus.  Jangan tunggu ada laporan dulu.

2. Satu Portal + Kalender Nasional Wajib  

Semua pendaftaran mandiri wajib lewat portal SNPMB. Jadwal tes serentak. Ini memotong ruang gerak makelar dan pungli gelombang.

3. Aturan Main Jelas + Sanksi Tegas  

Atur: Maksimal biaya tes Rp500 ribu. Wajib 20% kuota mandiri untuk KIP-K. Wajib umumkan hasil + nilai.  

Sanksi: Jika melanggar, copot status PTN BH + potong BOPTN.

4. Whistleblower System  

Buka kanal pengaduan anonim khusus SPMB. Lindungi pelapor. Kasus Unsoed terbongkar karena ada orang tua yang berani lapor.

5. Catatan untuk Kampus

Pak Rektor, Bu Rektor. Otonomi itu amanah. Jangan sampai karena 1-2 oknum, nama baik 80.000 dosen dan civitas akademika tercoreng seperti di Unsoed.

Berikan kepercayaan masyarakat bahwa pengelolaan PTN itu adalah amanah tidak untuk memperkaya segelintir orang, berikan kesempatan dan berbagi kepada PTS untuk berkembang tidak untuk mematikan dalam hal penerimaan mahasiswa baru.

Terakhir. Kasus Unsoed harus jadi peringatan terakhir. 

Kita tidak bisa terus tambal sulam seperti jalan yang rusak dan diperbaiki. Hari ini SNBT bobol. Besok giliran Mandiri. Lusa giliran apa lagi, akibat keserakahan PTN dalam penerimaan mahasiswa baru. Pendidikan adalah masa depan bangsa. Jangan gadaikan di meja judi dan meja pungli.

Sudah saatnya Kemendiktisaintek dan DPR duduk satu meja, buat aturan main SPMB yang bersih, adil, dan transparan dengan mengedepankan memberikan kesempatan PTS mendapatkan kuota mahasiswa baru serta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan PTNBH.

Karena anak dari Purwokerto, Sidoarjo, Waru sampai Papua berhak masuk PTN karena otak, tidak karena nominal rupiah.

Kategori :