Di sisi lain, masa depan Grealish di bawah asuhan manajer baru Manchester City, Enzo Maresca, kian buram setelah dirinya dicoret sepenuhnya dari daftar skuad saat City menang telak 4-1 atas Crystal Palace pekan lalu.
Meski sempat diturunkan sebagai pemain pengganti di laga pembuka musim ini melawan Bournemouth, jaminan menit bermain reguler yang minim membuatnya mantap mengambil keputusan pindah.
Skema pinjaman tanpa opsi pembelian permanen ini juga menguntungkan struktur keuangan City yang ingin merampingkan beban gaji mingguan di sisa musim kontrak terakhir sang pemain.
BACA JUGA:Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Kiper Remaja, Lucca Brughmans Resmi ke Anfield
BACA JUGA:Neil El Aynaoui Sepakat Gabung RB Leipzig, Tinggalkan AS Roma di Detik Akhir Bursa Transfer
Secara taktis, karakter permainan Grealish yang kuat dalam penguasaan bola serta visi kreatif dari sisi kiri diproyeksikan langsung mengisi posisi penyerang sayap utama.
Fleksibilitasnya di sepertiga akhir lapangan akan menjadi senjata andalan taktik transisi cepat David Moyes musim ini.
Grealish kini berlomba dengan waktu penyelesaian dokumen otoritas Premier League agar pendaftaran namanya dapat rampung sebelum jendela transfer musim panas resmi ditutup.
*)Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema