Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026: Tampil Pertama, Dimaz Bahas AI dan Manusia

Sabtu 05-09-2026,14:12 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Indria Pramuhapsari

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026 resmi dimulai. Peserta memadati atrium Pakuwon City Mall Surabaya sejak Sabtu pagi, 5 September 2026. 

Ajang itu dibuka dengan lomba pidato. Peserta pertamanya adalah Dimaz Hadad Haydar Yahya. Ia merupakan santri dari Pondok Pesantren Unggulan Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon. 

Ia tampil percaya diri dengan jas BIMA berwana biru gelap dan memakai peci. Komplet. Dengan tenang, ia mengutarakan isi pikirannya dalam Bahasa Mandarin. "Baru belajar Mandarin dua bulan, tapi alhamdulillah tadi lancar," katanya setelah berpidato, 

Kendati demikian, ia merasa masih belum terlalu fasih menggunakan Bahasa Mandarin. Wajar, namanya saja masih belajar. Yang patut diapresiasi dari Dimaz adalah keberaniannya. 

BACA JUGA:Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026, Tiongkok Menanti Sang Jawara

BACA JUGA:Gus Kikin Ajak Santri Ikuti Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026

Ia rela datang jauh-jauh dari Cirebon untuk mengikuti ajang tersebut. Dimaz tak sendirian. Ia datang bersama 31orang rombongan BIMA. 

Materi pidato yang dibawakan Dimaz pagi itu berkaitan dengan akal imitasi alias artificial intelligence (AI), karena tema pidatonya adalah bumi dan umat manusia. Inti pidato Dimaz adalah cara  menjaga cahaya kemanusiaan di era kecerdasan buatan.


TAMOAK ATAS suasana lomba pidato Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026 di Pakuwon City Mall, Surabaya pada Sabtu, 5 Agustus 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Menurut Dimaz, manusia itu sebenarnya menciptakan musuhnya sendiri yaitu AI. Namun, yang harus semua orang tahu, manusia jelas lebih unggul dari robot.  'Manusia kan punya punya emosi, kayak sabar. Perasaan gitu lah. Jadi, itu kelebihan kita," bebernya. 

Di sela pidato, Dimaz menunjukkan globe kecil dan karakter kecil berbentuk manusia. Dengan alat peraga itu, ia hendak menunjukkan bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari alam. Maka, manusia harus menjaga alam dengan baik. Semua yang ada di bumi harus dijaga. 

BACA JUGA:Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026, Adu Kemampuan Santri Berbahasa Mandarin

BACA JUGA:Pidato sambil Grogi, Aileen Bintang Calista Raih Juara 2 dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2025

"Jika kita menjaga bumi, lingkungan juga akan terlihat cantik dan tetap utuh. Tapi kalau misalnya kita merusak bumi, ya bumi pun akan melakukan sebaliknya. Efeknya akan kembali ke manusia sendiri," jelasnya. 

Dimaz bisa berbahasa Mandarin karena memang diajarkan di pondok pesantrennya di Cirebon. Setiap santri yang naik ke kelas XII, mendapat kesempatan untuk memilih program bahasa. Ada Timur Tengah, ada program Mandarin, ada program domestik.

Kategori :