BACA JUGA:Tottenham Terpuruk di Dasar Klasemen, De Zerbi Minta Fans Percaya Proses
Pergantian Pemain Pengaruhi Momentum Spurs
Tottenham sebenarnya bisa saja pulang dengan kekalahan. Forest sempat memiliki peluang melalui Morgan Gibbs-White, tetapi Antonin Kinsky tampil sigap untuk menggagalkannya.
Forest juga sempat mencetak gol melalui Neco Williams pada menit ke-66, tetapi VAR menganulirnya karena sang pemain dinilai menyentuh bola dengan tangan sebelum memasukkannya ke gawang.
Di kubu Spurs, pertandingan ini menjadi momen kembalinya Mohammed Kudus setelah absen cukup lama akibat cedera.
Destiny Udogie juga mendapat kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya musim ini. Namun, keduanya masih harus mendapatkan pembatasan menit bermain.
Savio dan Udogie akhirnya ditarik keluar setelah sekitar satu jam pertandingan. De Zerbi mengakui keputusan tersebut sedikit memengaruhi keseimbangan permainan timnya.
“Setelah 60 menit, tim medis meminta kami mengganti Savio dan Destiny Udogie. Mungkin dua pergantian itu membuat kami kehilangan sedikit keseimbangan dan koneksi,” jelasnya.
Gol Nottingham Forest yang dianulir karena Neco Williams dianggap handsball dalam laga melawan Tottenham, Premier League 2026/2027 matchday ke-3, Sabtu 5 September 2026.-Chris Radburn-Reuters
Meski begitu, De Zerbi menegaskan dirinya tidak ingin mengambil risiko terhadap kondisi kedua pemain. Ia menilai Savio dan Udogie terlalu penting bagi Tottenham untuk dipaksakan bermain.
Pelatih asal Italia tersebut juga memuji aktivitas Tottenham di bursa transfer.
Spurs mendatangkan 10 pemain baru pada musim panas, termasuk Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Savio, dan Jan Paul van Hecke. De Zerbi menilai klub telah bekerja dengan ambisi serta rencana yang jelas.
BACA JUGA:Tottenham vs Newcastle 0-2, The Magpies Jebloskan Spurs ke Dasar Klasemen
BACA JUGA:Savinho Berubah Jadi Savio di Tottenham, Ini Awal Mulanya
“Saya sangat senang dengan bursa transfer. Klub, direktur olahraga, dan CEO telah bekerja dengan sangat baik,” tuturnya.
Kini, De Zerbi dituntut segera membangun skuad barunya menjadi tim yang lebih konsisten. Setelah dua musim berturut-turut finis di posisi ke-17, ia menyadari Tottenham membutuhkan proses untuk berkembang.
“Dalam sepak bola, Anda tidak bisa meminta waktu, tetapi tanpa waktu Anda tidak bisa melakukan apa pun,” pungkas De Zerbi. (*)