HARIAN DISWAY - Kerja sama maritim antara Indonesia dan Tiongkok menjadi langkah strategis yang saling menguntungkan.
Kemitraan itu selain berfokus pada sektor ekonomi, juga menjadi instrumen penting bagi Indonesia untuk mempertegas batas wilayah lautnya.
Itulah yang dibahas dalam topik Ekonomi Biru dan Keamanan Maritim: Pemanfaatan Sumber Daya Laut Sebagai Jembatan Kerja Sama.
Topik itu disajikan dalam Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026 di Atrium Pakuwon City Mall (PCM) 2, Surabaya, 6 September 2026.
BACA JUGA:Bintang dari Kendari Terbang ke Surabaya demi Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026
Di sektor perikanan, kolaborasi itu menghadirkan sinergi yang saling melengkapi. Indonesia memaksimalkan potensi para nelayannya.
Sementara Tiongkok menyediakan akses pasar yang luas untuk menampung hasil tangkapan tersebut. Selain itu, sentuhan teknologi modern turut diterapkan. Guna mendukung praktik perikanan yang lebih ramah lingkungan.
Sektor riset dan sains maritim juga menjadi fokus utama dalam kerja sama itu. Melalui pengembangan riset bersama, kedua negara dapat menjaga kedaulatan wilayah laut masing-masing.
Tentu riset tersebut berbasis data saintifik yang akurat. Sehingga terhindar dari potensi klaim wilayah secara sepihak.
BACA JUGA:Tahun Kedua Ikut Disway Mandarin Debate & Speech Competition, Kini Richmond Pasang Target Juara!
Tim UNNES menyampaikan aspirasinya dalam lomba debat.- Elisabeth Ea Wempi - Harian Disway
Meski demikian, mereka merasa bahwa eksplorasi dan riset yang dilakukan saat ini dinilai masih belum cukup.
Berdasarkan poin-poin evaluasi yang ada, fokus riset maritim itu harus dikembangkan lebih jauh. Demi mewujudkan kedaulatan laut yang solid.