Putra Kimi Raikkonen Gabung Red Bull Junior Team Mulai 2027

Rabu 09-09-2026,19:37 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Red Bull resmi mengamankan tanda tangan putra legenda F1 Kimi Raikkonen, Robin ‘Ace’ Raikkonen, untuk bergabung dengan Red Bull Junior Team mulai 2027.

Di usia yang baru menginjak 11 tahun, pembalap muda berbakat asal Finlandia ini siap melanjutkan warisan sang ayah di panggung balap dunia.

Red Bull resmi mengonfirmasi perekrutan putra Kimi Raikkonen, Robin Raikkonen, pada Rabu. Robin dan Red Bull dipastikan bakal bersatu mulai tahun 2027.

​Pembalap berusia 11 tahun yang akrab disapa Robin 'Ace' Raikkonen ini telah menunjukkan performa mengesankan sepanjang kariernya di dunia karting.

​Saat ini, Ace Raikkonen menduduki posisi kedua klasemen Kejuaraan Rotax Max Challenge Italia. Menariknya, jika bukan karena empat hasil terburuk yang diraihnya sepanjang musim, pembalap muda Finlandia tersebut bakal memimpin klasemen dengan keunggulan jarak yang cukup jauh.

BACA JUGA:Taklukkan Karakter Ekstrem Madring, F1 Terapkan Fitur Aerodinamika Aktif di GP Spanyol

BACA JUGA:Ujian Ekstrem Tikungan La Monumental di Sirkuit Baru F1 Madrid

​Melansir dari PlanetF1.com, usai melakukan pembicaraan dengan sejumlah program junior tim, Robin akhirnya memilih bergabung dengan Red Bull Junior Team mulai 2027.

​“Robin telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam balap kart. Kecepatan, keterampilan balap, dan bakat alaminya menjadikannya salah satu pembalap muda paling menjanjikan di kelompok usianya,” ujar Bos Red Bull, Laurent Mekies.

​“Di saat yang sama, dia mengesankan lewat kedewasaan, pendekatan yang tenang, serta fokus yang jelas saat mengemudi,” tambahnya.

​Langkah Red Bull mengamankan prospek berusia 11 tahun ini dinilai sejalan dengan strategi Gwen Lagrue, mantan kepala akademi Mercedes yang ditunjuk sebagai Kepala Program Pembalap Muda Red Bull yang baru. Lagrue dikenal lewat strateginya menggaet talenta muda sejak dini dan menempa mereka dalam segala aspek.


Robin 'Ace' Raikkonen, saat berada di kokpit RB22 pada GP Monza 2026--Twitter Formula 1 @F1

​Meski Mekies menjadi sosok sentral di balik perekrutan ini, kehadiran Lagrue yang berpengalaman memoles talenta muda jelas menjadi nilai plus bagi Red Bull.

​Mekies menegaskan bahwa Robin ‘Ace’ Raikkonen akan diberikan waktu dan ruang tumbuh tanpa tekanan berlebih.

​“Tujuan kami adalah mengembangkannya selangkah demi selangkah tanpa memberikan tekanan yang tidak perlu. Jalan di dunia motorsport sangat panjang, dan kami akan memberinya waktu, dukungan, serta sumber daya yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensinya,” tutur Mekies.

​“Kami sangat percaya bakat dapat berkembang jika didukung oleh orang, budaya, dan lingkungan yang tepat. Itulah komitmen kami untuk Robin. Kami sudah tidak sabar untuk memulai langkah selanjutnya dalam perjalanan ini bersama Robin dan keluarganya,” pungkasnya.

BACA JUGA:Prioritaskan Pemulihan Cedera, Red Bull Enggan Ambil Risiko untuk Hadjar

BACA JUGA:Start di Grid 19, Kimi Antonelli Juarai F1 GP Monza 2026!

​Pendekatan ini menandai sedikit pergeseran dari era Helmut Marko, mantan kepala Red Bull Junior Team. Di bawah kepemimpinan Marko, Red Bull lebih sering merekrut pembalap yang sudah berada di tahap pengembangan yang lebih matang.

​Meski begitu, pendekatan tegas Marko terbukti sangat sukses. Di bawah arahannya, Red Bull berhasil melahirkan juara dunia F1 seperti Max Verstappen dan Sebastian Vettel, serta sederet pembalap top dunia lainnya.(*) 

Kategori :