HARIAN DISWAY - Showroom kini menjadi bagian penting dari strategi MOTU Indonesia di tengah persaingan pasar kendaraan listrik. Bagi konsumen, keputusan pembelian kini tidak hanya dipengaruhi oleh iklan, tetapi juga oleh pengalaman langsung mencoba kendaraan dan mengenal karakter sebuah merek.
Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam acara MOTU Sport EV Global Brand Launch 2026 yang berlangsung di The Westin Resort & Spa Nanjing, Tiongkok, pada 15–19 September 2026. Agenda ini membahas integrasi antara pengembangan produk, jaringan showroom, teknologi, dan gaya hidup pengguna.
Kehadiran sekitar 200 perwakilan diler dan mitra strategis dari Indonesia dalam acara tersebut menegaskan pentingnya pasar nasional dalam pengembangan ekosistem SPORT EV.
Wakil Direktur Utama Marketing dan Direktur Penjualan MOTU, Quan Bin, menyampaikan bahwa pengembangan produk perlu berjalan seiring dengan penguatan jaringan.
BACA JUGA:MOTU Indonesia Hadiri Forum Kerja Sama Indonesia-Tiongkok di Kementerian Sekretariat Negara
BACA JUGA:MOTU Indonesia Ramaikan Pasar Motor Listrik dan Dukung Transisi Energi Nasional
“Produk yang memiliki karakter membutuhkan sistem yang mampu menyampaikan karakter tersebut kepada pengguna. Karena itu, kami tidak hanya membangun produk, tetapi juga memperhatikan showroom, diler, marketing, layanan purna jual, dan berbagai titik interaksi dengan konsumen,” jelas Quan Bin.
Melalui konsep showroom terintegrasi, diler difungsikan lebih dari sekadar titik penjualan. General Manager MOTU Indonesia, Mr. Roc, menambahkan bahwa langkah ini bertujuan agar para mitra memahami arah pengembangan dan visi perusahaan secara menyeluruh.
Co-Founder & General Manager MOTU Technology Group Indonesia, Li Peng, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan tetap berada pada fondasi produk. Pengembangan kendaraan diarahkan pada tiga prinsip utama: kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, keunikan desain, dan kinerja kendaraan.
Dari sisi teknis, WGM Marketing & Direktur Operasional Retail MOTU, Devin (Yu Xin), menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam penggunaan sehari-hari.
“Kami ingin teknologi yang dikembangkan MOTU dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari melalui pendekatan performa dan sistem cerdas, agar keamanan serta kenyamanan pengguna dapat berjalan bersama,” ujar Devin.
Selain pengembangan fitur, MOTU juga menerapkan pendekatan komunitas dan gaya hidup. Dalam rangkaian acara di Nanjing, diselenggarakan kegiatan bertema alam terbuka sebagai bentuk pendekatan ke konsumen.
MOTU juga menjalin kolaborasi dengan Jangkar Biru (Blue Anchor) Racing Team untuk menyerap nilai-nilai motorsport ke dalam pengembangan kendaraan. Perwakilan Jangkar Biru Racing Team, Mohammad Yassin Kosasih, menyatakan bahwa nilai disiplin, konsistensi, dan ketepatan dari dunia balap menjadi fokus utama dalam kerja sama ini.
Di samping itu, kerja sama dengan kekayaan intelektual (IP) Nailoong juga dilakukan untuk menjangkau segmen pengguna yang mengutamakan aspek gaya hidup urban dan fungsionalitas harian. (*)