Zulhas mengakui bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan paling mendasar dalam mengejar target.
"Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi, ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua, kita bisa dapatkan 2 juta," paparnya.
BACA JUGA:Prabowo Komitmen Investigasi Kapal Virgo Transport 8, Cegah Kecelakaan Terulang
BACA JUGA:IKN Krisis Air Bersih, Otorita Siapkan Pengeboran Air Tanah di Sepaku
Zulhas menegaskan optimismenya bahwa target dua tahun ini realistis untuk dicapai.
"Dalam dua tahun ke depan, kita bisa memproduksi setidaknya bahan bakar E20. Oleh karena itu, Menteri Pertanian diminta menyiapkan rencana, termasuk alokasi lahan, sementara Danantara akan menangani sisi industrinya, khususnya konversi etanol," ujarnya.
Pemilihan tebu sebagai bahan baku utama bukan tanpa pertimbangan matang.
BACA JUGA:Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet Menjelang 2 Tahun Pemerintahan
BACA JUGA:Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Targetkan Kota-Kota Indonesia Jadi 'The Garden City'!
Ia menjelaskan bahwa opsi lain seperti jagung dan singkong telah lebih dulu dikaji.
Namun keduanya dinilai kurang memungkinkan dari sisi skala produksi maupun kemudahan proses panen.
"Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya," tandasnya. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia