BANTUL, HARIAN DISWAY – Perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, mendapat pembekalan teknik membatik hingga strategi pemasaran. Materi yang diberikan berbasis teknologi untuk menghadapi persaingan di era Industri 5.0.
Pembekalan tersebut diberikan PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) melalui pelatihan dan pendampingan bersama seniman batik modern sekaligus Founder Hotwax Studio, Bayu Aria Widhi Kristanto, di Hotwax Studio, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 11 hingga 13 September 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Program TJSL Prioritas UMKM “Batik Maritim Surabaya” yang dijalankan Pelindo Marine bersama perajin Batik Kriya Punden. Program itu sebelumnya berhasil meraih penghargaan dalam ajang Pelindo TJSL Award.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service Lia Indi Agustiana mengatakan, keberhasilan program sebelumnya menjadi dasar bagi perusahaan untuk melanjutkan pendampingan.
BACA JUGA:Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda untuk Perkuat Budaya Keselamatan
Pelatihan di Yogyakarta menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan industri batik-Pelindo Marine -
“Kami terus menghadirkan program lanjutan guna memperkuat kemandirian, meningkatkan daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha mereka,” kata Lia.
Selama pelatihan, para perajin mendapatkan materi mengenai teknik dasar membatik, pemanfaatan pewarna alami, pengembangan desain, hingga strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi.
Founder Hotwax Studio, Bayu Aria Widhi mengatakan, para perajin Batik Kriya Punden sebenarnya telah memiliki fondasi yang baik. Pelatihan diarahkan untuk memperkaya wawasan dan membuka perspektif baru dalam mengembangkan produk.
“Kami ingin memperkaya wawasan mereka agar mampu memadukan kreativitas, nilai budaya, dan teknologi sehingga batik yang dihasilkan semakin berdaya saing di era Industri 5.0,” ujarnya.
BACA JUGA:Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Jaga Lingkungan Lewat Mariners Mengajar
BACA JUGA:Pelindo Marine Relokasi Lumbung Energi di Benoa, Dukung Bali Maritime Tourism Hub
Bagi perajin, pelatihan di Yogyakarta menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan industri batik. Mastukah, salah satu perajin Batik Kriya Punden, mengaku memperoleh banyak referensi baru.
“Banyak masukan dan metode observasi yang ingin saya praktikkan ketika kembali ke Surabaya,” kata Mastukah.
Dia berharap Batik Kriya Punden semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.