Radjoetasa, Bawa Arak Tradisional Bali, IWAK, Mendunia

Selasa 22-09-2026,11:07 WIB
Reporter : Yudy Hananta
Editor : Tomy Gutomo

HARIAN DISWAY – Banyak misi dan visi bagus di sebuah nama. Begitu pula Radjoetasa. Terdengar unik, terdiri dari dua kata. Radjoet (rajut dalam ejaan lama) dan asa. Yang artinya harapan.

Jadi Radjoetasa adalah merajut (merangkai) sebuah harapan. Indah sekali. Itulah misi dan visi yang ingin disampaikan oleh Nathan Santoso.

Pria kelahiran 48 tahun ini begitu cinta Indonesia. “Indonesia itu kaya. Kaya keindahan alam, kaya sumber daya alam, kaya budaya, kaya kreativitas. Pokoknya Indonesia itu top!” ujarnya bangga.

Nathan ingin mempromosikan Indonesia. Salah satunya dengan mengangkat UMKM yang jumlahnya ada jutaan di seluruh negeri ini.

“UMKM itu sangat erat dengan budaya. Mereka akan membuat suatu usaha kuliner misalnya. Atau fashion, atau kerajinan tentu berbasis pada budaya di daerah mereka,” jelas Nathan.

BACA JUGA:PDIP Usul Capres Minimal Diusung 2 Partai dan Maksimal 4 Partai

BACA JUGA:Aksi Mahasiswa Segel Gerbang Uinsa Tanpa Batas Waktu, Desak Rektor Prof Muzakki Mundur

Menurutnya, mayoritas dari mereka hanya bisa berkreasi membuat tetapi mereka kesulitan menjual. Padahal produk mereka itu sangat bagus dan sangat layak jual.

“Dari situlah, saya berpikir untuk membuat program Radjoetasa. Kita hadir di tengah mereka untuk membantu mereka merajut harapan masa depan. Kami hadir sebagai jembatan agar produk mereka dapat dijual di pasar nasional bahkan internasional,” jelas pria lulusan S1 dari Boston University di Amerika Serikat ini. 


Nathan Santoso dengan bangga menyandingkan arak tradisional Bali dengan minuman beralkohol dari berbagai negara. -Dokumentasi Pribadi-

Sejak 2020, Radjoetasa jatuh bangun dalam usahanya membawa beberapa brand fashion dan IT menjadi go international. Saat ini, Radjoetasa sedang fokus membangun brand sebuah minuman beralkohol yakni arak tradisional Bali merek IWAK Arumery. 

Bermula dari tahun 2020, Nathan yang sedang berlibur di Bali dikenalkan ke seorang ibu pemilik IWAK Arumery. 

“IWAK berbahan dasar nira bunga kelapa, aren, dan bunga lontar. Lalu difermentasi, distilasi dua kali. Kemudian didiamkan selama dua tahun. Bahkan lebih. Sehingga tercipta aroma dan rasa yang khas,” jelas Nathan yang meraih gelar S2-nya dari Bentley University di Amerika Serikat.

Tetapi saat itu, minuman ini hanya dijual antar teman sesama penikmat arak lokal. Akhirnya, Nathan membantu sang ibu, yang saat itu sedang berusaha mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BACA JUGA:240 Ribu PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu 2027 Tanpa Tes, Anggaran Rp23 Triliun

Kategori :