BACA JUGA:Juventus Dapat Kabar Positif dari Cambiaso dan Kolo Muani
BACA JUGA:Kabar Baik Inter Milan, John Stones dan Djed Spence Segera Kembali
Hingga awal musim Serie A 2026/2027, performa Udinese masih terombang-ambing di peringkat 13 klasemen sementara.
Mereka baru mengemas satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan. Kebobolan 11 gol dari 5 laga awal adalah rapor merah yang harus segera dibenahi oleh pelatih Kosta Runjaic.
Alaba membawa portofolio yang sangat mentereng ke Italia. Pemain serbabisa ini dikenal tangguh di posisi bek tengah, fasih beroperasi sebagai bek kiri, dan cair saat dipasang sebagai gelandang bertahan.
Dia tercatat sebagai salah satu pesepak bola dengan koleksi trofi terbanyak di dunia.
Alaba sukses merengkuh 10 gelar Bundesliga bersama Bayern Munchen dan 2 gelar La Liga bersama Real Madrid. Tak hanya itu, ia juga telah mengoleksi empat trofi Liga Champions Eropa.
BACA JUGA:Nicolo Zaniolo Terancam Dicoret Udinese karena Sengketa Kontrak
BACA JUGA:Minim Gol, Goncalo Ramos Justru Tunjukkan Peran Penting di AC Milan
Kematangan mental juara inilah yang dicari Udinese. Kombinasi bek muda potensial mereka dengan figur kepemimpinan Alaba diharapkan mampu mendongkrak performa tim secara drastis.
Di ruang ganti nanti, ia akan bahu-membahu bersama gelandang serang asal Belanda, Jurgen Ekkelenkamp, untuk membawa Udinese merangkak naik ke papan atas Serie A.
Tahapan formal transfer kini terus berjalan secara positif. Jika seluruh rangkaian tes kesehatan terlewati tanpa kendala, pengumuman resmi kepindahan David Alaba ke Serie A dipastikan akan segera dilakukan oleh pihak klub dalam hitungan hari.(*)
*)Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema