75 Tahun UIN Suka dan Trajektori Reputasi Global

Senin 28-09-2026,15:56 WIB
Oleh: Fathorrahman Ghufron*

UNIVERSITAS Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) memasuki usia 75 tahun. Dalam usia yang sering dikaitkan dengan platinum (diamont anniversary), UIN Suka menunjukkan jati diri kelembagaan pendidikan yang makin matang. Hal tersebut bisa dicermati pada berbagai capaian dan pengakuan global yang diperoleh UIN Suka dalam satu tahun ini. 

Berdasarkan hasil pemeringkatan SCImago Instituion Ranking (SIR) di tahun 2026, UIN Suka diganjar posisi ke-7 dunia di bidang Religious Studies, mengalahkan Harvard University yang berada di level ke-8. 

Capaian tersebut makin memperkuat hasil pemeringkatan QS World Univeristy Rangkings (QS WUR) yang pada tahun 2026, UIN didapuk pada posisi ke-37 dunia di bidang theology, divinity and religious studies. Pengakuan itu mempertegas ketersambungan posisi UIN Suka yang pada tahun 2025 memperoleh posisi ke-6 di Asia.

Bahkan, secara spesifik, berdasarkan pemeringkatan lembaga SIR juga, dua fakultas di bawah naungan UIN Suka, di awal tahun 2026 memperoleh prestasi yang terbilang sangat membanggakan. 

BACA JUGA:Hasil SPAN-PTKIN 2023 Diumumkan, UIN Sunan Kalijaga Terfavorit.

BACA JUGA:Mengenal Lebaran Ketupat, Tradisi Seminggu Setelah Idulfitri yang Dipopularkan Sunan Kalijaga

Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Suka diakui sebagai fakultas hukum  terbaik ke-5 nasional mengungguli Fakultas Hukum UGM, Universitas Diponegoro, dan Univeristas Padjadjaran yang selama ini dianggap sebagai kiblat ilmu hukum di Indonesia.

Demikian pula Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Suka hyang didapuk pada posisi ke-3 di bidang philosophy. Itu mengungguli beberapa kampus nasional lainnya yang sama-sama membidangi kajian filsafat. 

Tak terkecuali bidang-bidang lainnya seperti bidang ilmu komputer, bidang ekonomi, psikologi, dan liberal art and social science, UIN Suka juga memanen banyak pujian dan pengakuan dari berbagai lembaga pemeringkatan nasional dan dunia.

Berkat capaian tiga reputasi global tersebut, UIN Suka diganjar Diktis Award (3 April 2026) karena telah memperkuat posisi Perguruan Tingggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di kancah dunia. 

Bahkan, peran sertanya dalam menaikkan derajat akademik di arena global menjadi momen pembuktian bahwa UIN Suka makin mempertegas derap langkahnya sebagai kampus Islam berkelas di dunia. Tak terlalu berlebihan bila dalam dies natalis UIN Suka ke-75 ini, tema yang dijadikan sebagai tagline perayaannya adalah Dari Keunggulan Akademik Menuju Dampak Global.

Momen Pembuktian

Dalam kaitan ini, reputasi akademik yang diraih UIN Suka, satu sisi turut mengharumkan citra Kementerian Agama (Kemenag) yang secara keilmuan dan layanan kependidikan menjadi induk semang berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam. Di sisi lain, menjadi momen pembuktian bahwa kuliah di UIN Suka tidak sesuram seperti yang digambarkan sejumlah pihak. 

Bekal keilmuan yang diproses secara terstruktur dan berbasis kompetensi telah dibuat secara sistemik melalui rantai pasok (supply chain) keilmuan yang bisa terhubung dengan para penggunanya. Untuk merealisasikan jalinan keterhubungan tersebut bergantung kepada setiap alumnus untuk memanfaatkan agar memberikan kesejahteraan hidup dari berkah keilmuannya. 

Dengan langkah-langkah antisipatif tersebut, ada ikhtiar tiada henti yang dilakukan oleh UIN Suka, khususnya, untuk memastikan rantai pasok keilmuan dari kampus bisa berhilir tepat ke berbagai lapangan pekerjaan. 

Kategori :