BACA JUGA:Ziarah Kebangsaan Refleksi Indonesia Damai Diramaikan Ludruk Kolaborasi
Gerakan membumikan ludruk ke kantong-kantong anak muda membutuhkan keberanian luar biasa. Keluar dari zona nyaman kemapanan tradisi baku bukan perkara gampang. Keputusan mengawinkan instrumen barat dengan gamelan demi lahirnya identitas estetika baru juga butuh pemikiran matang.
Namun, at the end of the day, hasilnya sepadan. Kini, anak-anak muda Jatim merayakan ludruk sebagai ruang ekspresi bersama yang relevan dengan tema keseharian mereka. Pentas ludruk malam itu, sekali lagi, mencatat pergeseran selera kultural anak muda terhadap seni pertunjukan lokal.
Panggung rakyat bertransformasi menjadi ruang pertemuan estetika tradisi bersama kegelisahan psikologis remaja masa kini. Bahwa remuknya urusan asmara harus dirayakan, tidak hanya dalam lagu, tapi juga lewat drama di atas panggung. Aduh! (*)
*) Etnomusikolog, Pengajar di ISI Solo